Area Sumber Air Bersih Dipagar Warga

0
41
WARGA Desa Keton ketika berada di aliran air bersih yang kotor akibat aktivitas pembalakan liar. F-ISTIMEWA

Warga Desa Keton memagar di sekitar sumber air bersih, yang menjadi lokasi pembalakan liar. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir aksi pembalakan liar disekitar sumber air bersih.

LINGGA – Sejak aksi pembalakan liar di sekitar sumber air bersih matak terjadi, warga kerap mendapatkan air bersih yang tidak kayak dikonsumsi karena kotor dan berlumpur.

”Dampak dari penebangan kayu mengakibatkan air kotor dan berlumpur bila hari hujan. Padahal air bersih adalah kebutuhan yang akan dikonsumsi masyarakat sehari-hari,” kata Amran, salah seorang warga, Minggu (26/8). Ia menyampaikan, dengan dipagarnya area sumber air bersih tidak diperbolehkan siapa saja untuk menebang kayu di area yang sudah dipagari tersebut.

Meski lahan sumber air tersebut, bukan milik pribadi seseorang. ”Untuk kepentingan bersama, warga sepakat akan memberikan tindakan jepada siapa saja yang melakukan penebangan di area sumber air bersih,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Keton M Rais mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi terkait aksi pembalakan liar tersbut. Informasi yang didapatkan, aksi penebangan kayu dilakukan dikawasan yang sudah mendapat izin pembebasan kawasan hutan.

Pembebasan kawan hutan yang rencananya diperuntukkan untuk membuat perkebunan ini juga terdapat di desa lain sekitarnya. ”Masyarakat selama ini juga kesulitan dalam urusan lapangan kerja, demi mencukupi kebutuhan ekonominya dan masyarakat juga sudah sejak turun temurun mayoritas bekerja kayu secara tradisional tanpa menggunakan alat berat demi bertahan hidup,” paparnya.

Dia berharap Pemerintah Kabupaten Lingga bisa memberikan solusi terbaik untuk kepentingan masyarakat. ”Para penebang kayu adalah warga Keton sendiri. Mereka sudah minta maaf dan berjanji tidak melakukan penebangan di kawasan tersebut,” imbuhnya. (TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here