Aris: PSTS, Tunggu Apa Lagi?

0
609
PELATIH: Pelatih SSB Bintan Muda Aris Yulianto bersama Iqbal Arya Esa Putra. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – PELATIH sekaligus pengelola SSB Bintan Muda Aris Yulianto berharap, agar di Kepri memiliki satu akademi sepak bola, sebagai barometer untuk menunjang prestasi di level nasional. Aris berharap, PSTS Tanjungpinang sebagai klub amatir yang mempelopori pendirian akademi ini.

Harapan ini disampaikan Aris Yulianto, karena Kepri belum memiliki tim sepak bola yang berlaga di kasta nasional. Padahal, potensi sepak bola di Kepri cukup besar. Namun, tidak didorong dengan aspek penunjang bakat itu. Meski di Kepri punya PPLP, tapi harus diimbangi dengan akademi yang profesional.

”Saya ambil contoh, di Provinsi Riau sudah ada akademi sekolah sepak bola Tiga Naga. Akademi ini menjuarai di Piala Soeratin, baik U-15 maupun U-17. Pemain mereka bagus-bagus,” ujar Aris Yulianto, Selasa (19/12) kemarin.

Sedangkan di Jawa Tengah, lanjut Aris, sudah ada beberapa akademi sepak bola. Para pemain jebolan akademi sepak bola, mayoritas direkrut oleh tim PSIS Semarang, yang lolos ke promosi Liga 1 Indonesia, di musim 2018 nanti. Contohnya, seperti akademi Satria Kencana Serasi di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Saat ini, pemain binaan SSB Bintan Muda Iqbal Arya Esa Putra Yulianto, sedang menjalani pendidikan di akademi Satria Kencana Serasi di Ungaran, Semarang.

Menurutnya, jumlah SSB di Riau, maupun di Jawa Tengah, sudah sangat banyak. Bahkan, dalam satu provinsi, sudah ada beberapa akademi. Biasanya akademi itu sudah punya lapangan sendiri. Sedangkan SSB, mungkin belum punya lapangan atau masih menumpang.

”Begitu lah gambaran kemajuan sepak bola di provinsi lain. Akademi sepak bola itu sebagai barometer, untuk perbandingan kemampuan prestasi SSB maupun PPLP,” terangnya.

Aris berharap, PSTS Tanjungpinang lebih baik mendirikan akademi, dibandingkan menjalankan SSB. Selain klub amatir yang berada di Tanjungpinang sebagai pusat ibu kota Provinsi Kepri, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun juga sudah bersedia menjadi bapak asuh PSTS.

”Saya rasa, untuk PSTS Tanjungpinang, tunggu apa lagi? Dirikan dan jalankan lah akademi sepak bola ini. Jangan tanggung-tanggung. Wali kota dan gubernur, harus dorong PSTS, kalau benar-benar ingin memajukan sepak bola di Kepri,” saran Aris Yulianto.

”Kalau untuk pelatih, saya bersedia mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran. Saya lebih cenderung PSTS dijadikan akademi, dibandingkan mengawali dengan pendirian SSB,” sambung Aris Yulianto. (YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here