Arkeolog Teliti Peradaban Masyarakat Natuna

0
438
Prof. Nani Harkantiningsih

Peneliti Kemendikbud Temukan Dua Situs Purbakala

NATUNA – Tim Penelitian Pusat Arkeologi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudahaan (Kemendikbud) RI berhasil menemukan dua situs benda purbakala berupa kerangka manusia yang diperkirakan berumur 300 tahun.

Temuan ini berada di Desa Tanjung, Kecamatan Bunguran Timur Laut dan Desa Sepempang, kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna. ”Benda-benda bersejarah, seperti kerangka manusia yang ditemukan diperkirakan berusia lebih dari 300 tahun,” ungkap Ketua Tim Penelitian Pusat Arkeologi Nasional Kemendikbud, Prof. Nani Harkantiningsih, Selasa (3/10) saat di kantor Bupati Natuna, Bukit Arai.

Penemuan dua situs purbakala dalam bentuk kerangka manusia ini teridentifikaai berjenis kelamin perempuan dengan tinggi sekitar 1,5 Cm pada kedalaman tanah 30-80 Cm dengan posisi tulang belulang yang berantakan dan berserakan.

”Diperkirakan bukan muslim. Karena dari hasil penelitian, kubur kerangka ini tak mengarah ke Kiblat akan tetapi ke arah Timur dan Selatan. Kondisi tulang berantakan dan berserakan,” kata dia.

Dengan hasil temuan ini, sebut dia, akan diambil sampel DNA untuk mengetahui dari mana asal muasal manusia ini juga untuk mengetahui peradabannya.

”Sudah satu minggu kami melakukan penelitian ini. Sedangkan untuk mengetahui usia dan peradabannya menunggu hasil tes DNA. Beberapa sampel sudah diambil dan dikirim ke labor Arkeolog di Jakarta,” sebut dia.

Sementara itu, Arkeolog dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Soni Wibisono mangaku jika penelitian ini sudah dilakukan sejak tahun 2011 lalu.

Dari hasil penelitian nantinya, kata dia maka akan diketahui asal muasal peradaban masyarakat Natuna. Karena Natuna ini merupakan paparan Sunda dan berada di daerah perbatasan.

”Sehingga tak dipungkiri bisa saja peradaban Natuna berasal dari daerah lain seperti Vietnam atau juga dari Tiongkok. Sebagaimana diketahui saat ini peradaban itu sudah hilang, sehingga perlu dikaji lagi karena ini menyangkut sejarah. Silsilah peradaban Natuna hingga sekarang sudah putus, maka perlu dicari lagi,” kata dia.

Sementara itu, Prof, Dr, dr, Herawati Sudoyo, M.Sc dari Lembaga Eijkman di bawah Kementerian Ristek Dikti mengaku jika DNA kerangka manusia purba ini sudah diambil untuk diteliti.

”Terkait hal ini kita sudah laporkan ke Bupati Natuna. Hasil penelitian akan kita publikasikan nanti, sekarang dalam proses. Hanya saja kita minta dukungan dari masyarakat Natuna,” pinta dia.

Yang jelas, ujar dia, penemuan kerangka manusia ini merupakan rangkaian sejarah kehidupan masa lampau. Dimana, terang dia, pulau Natuna sudah dijadikan tempat persinggahan dan pintu masuk perdagangan dan perekonomian nusantara yang biasa disebut jalur sutera.

”Kami ingin masyarakat memahami pekerjaan kami dan membantu mengungkap potensi Natuna secara ilmiah, seperti apa budaya masa lalu daerah yang terdepan NKRI ini,” tutupnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here