Arkeologi Jadi Potensi Pariwisata

0
49
mahasiswa Stisipol Raja Haji Tanjungpinang foto bersama warga Desa Sepempang usai membersihkan monumen Batu Russia belum lama ini. F-ISTIMEWA

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Natuna Erson Gempa Afriandi menyebutkan, model pariwisata Natuna pada dasarnya sama dengan pariwisata di daerah lain. Namun, di Kabupaten Natuna ada satu segmen wisata yang bisa menjadi diferensiasi dengan wisata-wisata yang ada di daerah lain.

NATUNA – Umumnya, pariwisata di Indonesia mengandalkan keindahan alam pantai, pegunungan dan lainnya serta keanekaragaman budaya lokalnya. Menurut Erson, Kabupaten Natuna memiliki satu segmen wisata andalan yakni wisata arkeologi.

”Perlu saya sampaikan, bahwa di Natuna ada banyak sekali kekayaan arekeologi. Kami yakin benda ini bisa menjadi segmen wisata Natuna, dan arkeologi ini lah yang kami jagokan dikancah nasional dan dunia,” kata Erson, di hadapan puluhan diplomat dalam negeri dan mancanegara di Kantor Bupati Natuna, kemarin.

Ia menjelaskan, arkeologi di Kabupaten Natuna bukan hanya bersifat lokal seperti yang ada di daerah lain. Akan tetapi, kebanyakan jenis benda purba yang sudah teridentifikasi di Natuna merupakan peninggalan sejarah yang bersifat multi nasional.

Banyaknya benda purba dengan berbagai latar belakangnya, tentu menjadi nilai lebih untuk disajikan kepada wisatawan. Seperti benda purba dari kawasan Asia Timur Jauh, Asia Tenggara, Asia Barat, Asia Tengah bahkan banyak juga dari benua eropa dan amerika.
Bukan hanya latar belakangnya yang berbeda, tapi model dan jenis peninggalan sejarah itu juga sangat beranekaragam.

Bahkan, ada yang berupa guci, kendi, pedang, senjata, kapal tenggelam bersama muatannya dan pesawat terbang tenggelam dan artefak-artefak serta makam tua. ”Usia benda bersejarah Natuna juga beranekaragam, ada yang tahun produksinya pada abad ke 7 sampai benda-benda peninggalan perang dunia II. Di sini banyak benda-benda dari berbagai dinasti, kerajaan dan negara-negara di dunia,” jelas Erson.

Ia mengaku yakin, kekayaan benda-benda purba ini menunjukkan bahwa Natuna dulu pernah jaya sebagai kawasan transit internasional karena benda-benda itu tidak hanya ditemukan di laut, melainkan juga banyak tertanam di darat.

”Kami optimis kekayaan sejarah dan bukti sejarah yang ada di sini ini bisa menjadi satu komponen wisata, yang handal dalam menghadapi persaingan nasional dan internasional. Kami yakin segmen ini juga bisa dijual sebagai produk wisata,” ungkanya.

Terhadap benda arkeologi ini, pemerintah telah melakukan berbagai langkah pencarian, identifikasi, analisa dan penghimpunan.

Kegiatan-kegiatan ini juga, lanjut Erson, telah digelar oleh lintas kementerian seperti kementerian Pendidikan dan kebudayaan, kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM dan Kementerian Pariwisata.

Tim ahli dari berbagai kementerian itu, silih berganti datang ke Natuna untuk meneliti benda purbanya. ”Kami juga tengah membangun museum bahari sebagai langkah pemeliharaan dan eksploitasinya ke depan,” katanya.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here