Arnold Sempat Lari Saat Dipukul

0
350
TERSANGKA Abdul (baju oranye) menunjukkan lokasi dimana nyawa Arnold Tambunan mereka habisi saat penyelidikan lapangan, kemarin. F-Istimewa

TANJUNGPINANG – Isak tangis keluarga dan kerabat pecah ketika proses serah terima jenazah Arnold Tambunan (60) di ruang jenazah Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib Batu 8 Tanjungpinang, Rabu (20/2).

Arnold Tambunan merupakan purnawirawan TNI AL yang menjadi korban pembunuhan. Jenazahnya ditemukan telah jadi kerangka di septic tank rumah Muhammad Rasyid, pengusaha tenda di Tanjungpinang di Jalan Menur, Gang Juang No.15 C, Kelurahan Sei Jang, Kecamatan Bukit Bestari, Sabtu (16/2).

Terlihat istri dan anak-anak korban serta sanak saudara menangis histeris. Mereka tak menyangka orang yang dikasihi meninggal dunia dengan cara sesadis itu.

Dengan dibungkus kain putih, jenazah Arnold Tambunan dimasukkan dalam peti. Jenazah juga dipakaikan topi purnawirawan TNI AL dan menggunakan jas sertaselempang penatua gereja.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali mengatakan, secara resmi jenazah Arnold Tambunan diserahkan kepada keluarga yang merupakan korban pembunuhan.

”Alhamdulillah, melalui serangkaian penyelidikan hampir 6 bulan kita berhasil mengamankan pelaku pembunuhan,” katanya.

Kasat menuturkan, setelah mendapatkan petunjuk dan penyelidikan, pihaknya membongkar septic tank di belakang rumah Rasyid dan menguak misteri pembunuhan Arnold Tambunan. Sehingga polisi menyimpulkan Arnold Tambunan dibunuh oleh Rasyid dan Abdul.

”Kami menetapkan dua orang tersangka. Rasyid sudah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan Abdul yang membantu,” sebutnya.

Lanjutnya, tersangka Abdul ditangkap di Batu 8 sekitar pukul 15.00 setelah pembongkaran septic tank tersebut.

Saat pembongkaran, polisi sudah yakin itu tulang belukang Arnold. Makin pasti setelah hasil pemeriksaan Tim Forensik Polda Kepri serta pakain yang ditemukan diakui keluarga korban milik Arnold Tambunan.

”Setelah yakin, baru kita upaya paksa mencari para pelaku yang selama ini sudah kita curigai ada keterlibatan. Motif pembunuhan itu dikarenakan Rasyid sakit hati dikarenakan ditagih utangnya pada pagi hari,” jelasnya.

Kasat menuturkan, penagihan utang kepada Rasyd bukan hanya pertama kali di pagi hari namun sudah berulang kali. Maka pelaku Rasyid merasa sakit hati dan berniat menghabisi korban.

Saat pembunuhan itu, Rasyid melakukan pemukulan terhadap korban menggunakan kaki besi tenda dengan diameter tengah sekitar 5 Cm dengan panjang 120 Cm.

”Sedangkan Abdul itu memukul menggunakan besi 3/4 dengan panjang 60 Cm,” tuturnya.

Menurutnya, pembunuhan ini merupakan pembunuhan berencana. Pada malam hari sebelum kejadian, Rasyid dan Abdul sudah melakukan perencanaan pembunuhan. Sehingga kedatangan korban di pagi hari itu sudah ditunggu oleh kedua pelaku.

”Hubungan Abdul dan Rasyid adalah bawahan dan majikan, dikarenakan royal kepada bos maka Abdul mau melakukan pekerjaan ini dan Abdul juga dijanjikan uang Rp20 juta,” bebernya.

Kasat menuturkan, TKP pembunuhan itu didekat hutan, enam meter dari septic tank. Pertama kali dipukul di bagian dagu kemudian korban berlari ke hutan maka di sana terjadi pemukulan secara bertubi-tubi. Setelah korban tidak bergerak lagi baru kaki dan tangan korban diikat, kemudian dimasukkan ke dalam septic tank.

”Faktor lama pengungkapan ini dikarenakan Rasyid meninggal dunia laka lantas. Maka kita melakukan analisa dan mendalaminya lewat CCTv korban yang masuk ke dalam gang namun tidak keluar kembali,” ujarnya.

Pagi saat Rasyid pergi keluar rumah, ia mengendarai motornya. Tujuannya ke rumah Rasyid. Namun, di sanalah hidupnya berakhir tragis. Motor yang dibawa Rasyid diantarkan Abdul naik pikap lalu meletakkannya di pinggir jalan.

Sejak kejadian itu, keluarga korban terus menunggu Arnold namun tak pulang ke rumah. Kemudian keluarga korban melapor ke Polres Tanjungpinang dan memberitahukan pakaian yang dikenakannya saat keluar rumah.

Pakaian yang digunakan korban saat terakhir kali ke luar rumah ditemukan di septic tank itu bersama tulang belukang korban.

Kemarin, jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka di Komplek Perumahan TNI AL di Jalan Pati Unus menggunakan mobil jenazah rumah sakit. Rencananya, korban dimakamkan hari ini, Kamis (20/2). (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here