Arya Sempat Dikejar Ayahnya

0
685
HANYUT: Arya terseret air di parit ini. Nampak tim sedang melakukan pencarian, kemarin siang. f-raymon/tanjungpinang pos

Bocah Enam Tahun Hilang Terseret Air Selokan 

Arya Mahesa Sakti, bocah berusia enam tahun hanyut terseret air selokan tak jauh dari tempat tinggalnya di Perumahan Mahkota Alam Permai Blok L nomor 11, RT 6-RW 1, Kelurahan Pinang Kencana, Kamis (11/5) sekitar pukul 07.30 WIB.

TANJUNGPINANG – KEJADIAN yang dialami anak kedua dari pasangan suami istri Winer Siagian dan Nani Wijayanti ini saat sedang bermain bersama teman sebayanya ketika hujan mengguyur Kota Tanjungpinang, kemarin pagi.

Saat bermain, entah kenapa Arya terjatuh keselokan di dekat rumahnya. Sebelum terbawa air, korban diketahui sedang bermain dengan teman. Namun, saat itu korban terjatuh dan masuk ke dalam selokan sedalam kurang lebih 40 sentimeter itu.

Saat terjatuh ke dalam parit, korban sempat berteriak dan meminta tolong kepada abangnya Geven Kristian Melanova (10). Abangnya pun sempat menarik tangan adiknya, namun terlepas dan melihat adiknya terseret air.

Orang tua korban sempat mengejar teriakan anaknya yang meminta tolong. Tetapi anaknya memasuki gorong-gorong besar. Pencarian orangtuanya tidak sampai disitu. Orang tuanya juga mengejar ke arah parit besar yang berada di belakang perumahan tersebut.

Tak lama kemudian, petugas SAR gabungan yang terdiri dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Tanjungpinang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pihak kepolisian dan masyarakat pun melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah lokasi yang diduga tempat korban terseret air. Di rumah duka, kerabat dan sanak saudara mulai berdatangan. Tenda pun sudah berdiri sejak pagi hari. Tampak raut wajah sedih dialami orang tua korban.

Winer Siagian orang tua korban mengatakan, anaknya itu sempat berteriak dan dirinya sempat mengejarnya. Namun, karena kencangnya air yang menyeret anak keduanya itu, ia pun tidak bisa menyelamatkannya.

”Cepat kali sampai masuk ke gorong-gorong depan itu. Saya pun mencari alternatif mengejar ke arah air itu mengalir, tapi tidak dapat juga,” ujar Winer saat ditemui di rumahnya.

Dikatakan Winer, sebelum anaknya itu jatuh dan menghilang karena terseret air, korban bermain dengan teman sebayanya. Ia menduga, korban terjatuh hingga hilang karena didorong temannya.

”Anak saya itu awalnya ngaji-ngaji di depan rumah. Tak lama kemudian diajak temannya main hujan. Jatuhnya itu kayaknya didorong sama kawannya,” kata Winer.

Sementara itu, ketua RT setempat Wahyu, mengatakan, ia dan sejumlah warga pun membantu melakukan pencarian terhadap anak tersebut. Namun, belum berhasil ditemukan.

”Sampai menyisir ke parit dekat bandara itu kami cari. Tapi belum bisa ditemukan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Basarnas Tanjungpinang, Abdul Hamid mengatakan, pihaknya melakukan pencarian dengan menyisir keseluruhan aliran selokan hingga ke sungai di Jalan Lembah Merpati, Kampung Sidomakmur.

”Kami dibantu juga dari Tagana, BPBD dan Polres Tanjungpinang. Untuk anggota Basarnas yang diturunkan 15 orang,” ujar Hamid yang ditemui di sela-sela pencarian di Kampung Sidomakmur.

Dikatakan Hamid, dalam pencarian tersebut, pihaknya menurunkan dua unit perahu karet. Pencarian sendiri dilakukan sejak pihaknya mendapat informasi adanya bocah berusia lima tahun itu hanyut terseret air.

”Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), pencarian kami lakukan sampai tujuh hari jika belum ditemukan,” kata Hamid.

Sementara itu, saat ditanya apakah dalam pencarian tersebut terdapat kendala, Hamid menyebutkan bahwa kendala pasti ada karena dinamika lokasi pencarian.

Air yang mengalir itu muaranya ke rawa-rawa yang terdapat banyak buaya. Ini juga suatu kendala dalam pencarian ini. Hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 15.45, korban belum ditemukan dan masih dalam pencarian.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here