Asep Dituntut 1,3 Bulan Penjara

0
333
Asep Nana Suryana

TANJUNGPINANG – Asep Nana Suryana selaku Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Tanjungpinang Usaha Makmur (TMB) dituntut satu tahun tiga bulan penjara oleh Jaksa Penuntut umum (JPU) Gustian Juanda di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang.

Selain Asep, pada sidang Rabu (21/9) itu juga pihak Pengadilan negeri Tanjungpinang menyidangkan terdakwa Slamet yang merupakan staf BUMD yang bertugas sebagai koordinator Pasar Bintancenter. Slamet juga dituntut jaksa dengan ancaman kurungan 1 tahun tiga bulan.

Dalam tuntutan JPU disebutkan keduanya terbukti bersalah melakukan, turut serta melakukan, pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima hadiah atau janji.

Keduanya melanggar pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 5d ayat I ke I KHUP.

”Meminta kepada Majelis Hakim untuk menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan masing-masing selama 1 tahun dan 3 bulan penjara, serta denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara,” katanya Rabu (21/9).

Atas tuntutan ini, kedua terdakwa yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya masing-masing, Wirman dan Jimi Fajri Airifin meminta kepada Majelis Hakim untuk mengajukan pembelaan secara tertulis.

Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim Marolop Simamora yang didampingi oleh Hakim Anggota, Purwaningsi dan Jonni Gultom menunda persidangan selama satu pekan dengan agenda pembacaan pembelaan. Kasus pungli bermula tertangkapnya, Slamet pegawai BUMD Tanjungpinang dalam OTT Tim Saber Pungli di Pasar Bintancenter, Tanjungpinang Timur, Jumat (17/2) lalu.

OTT ini setelah polisi mendapat komplain dan keluhan warga masyarakat kecil. Warga yang berjualan dan menyewa kios dan tempat jualan di Pasar Bintan Center Tanjungpinang itu mengeluh mahalnya biaya sewa kios/lapak serta banyaknya pungutan terhadap para pedagang di pasar tersebut.

Berdasarkan informasi tersebut, didapatkan fakta bahwa yang menjadi koordinator Pasar Bintancenter tersebut adalah Slamet, oknum pegawai BUMD Tanjungpinang.

Saat dilakukan penyelidikan, tim mendapati Slamet sedang menerima uang dari seseorang. Uang tersebut diduga sebagai uang pungli terkait penyewaan kios lapak di pasar tersebut.

Kemudian Slamet langsung diamankan, berikut barang bukti termasuk melakukan penggeledahan guna pengembangan kasus tersebut ke kantor BUMD Kota Tanjungpinang PT TMB, di kawasan jalan Potong Lembu. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here