Aset Bandar Narkoba Rp28 M Diamankan

0
238
Irjen Pol Arman Depari

BATAM – Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), berhasil mengamankan aset seorang bandar narkoba. Aset yang diamankan ditaksir senilai Rp28,3 miliar.

Terdiri dari 16 unit Mobil, delapan unit kapal, dua unit rumah mewah, satu unit ruko, satu bidang tanah seluas 144 meter persegi. Kemudian ada tiga batang emas seberat sekitar 2.817 gram beserta berbagai perhiasan dan uang tunai rupiah dana Singapura senilai Rp945 juta.

“Dengan diamankannya aset milik M Adam atau MA, diharapkan mampu memberikan efek jera agar tersangka tidak lagi memiliki kemampuan untuk mengendalikan jaringan dari dalam Lapas,” ungkap Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Kamis (29/8) di Batam.

Disampaikan Arman Depari, MA dari tahun 2000 sudah melakukan penyelundupan narkotika dari Malaysia ke Indonesia. “MA ditangkap dengan barang bukti, hampir 100 kg shabu. Dan 50 ribu butir ekstasi. Atas perbuatannya, Pengadilan Negeri memvonis hukuman mati. Tapi di tingkat Mahkamah Agung, dianulir jadi 20 tahun penjara,” cetusnya.

Disebutkan, MA memiliki kejahatan narkoba tergolong skala kecil, sehingga Direktur TPPU melakukan penyelidikan. “Hasilnya antara lain adalah uang tunai dalam bentuk dollar yaitu Singapura, maupun ringgit Malaysia. Perhiasan emas dan batu mulia. Juga kita temukan emas batangan, mobil 19 unit, mobil menegah dan kelas atas. Yang lain adalah rumah yang dibeli di tahun ini,” bebernya.

Disampaikan, MA juga memiliki showroom mobil dan kapal delapan unit. Untuk kapal, biasanya digunakan untuk angkat penumpang antarpulau, yang berada di Tembilahan.

“Ada juga kavling yang sedang dibangun untuk ruko. sertifikat, rekening buku tabungan. Dan ini sudah kita bekukan. Akan kita telisik alirandana untuk mencari pelaku lain,” sambung Arman.

Selain barang-barang yang disita, diamankan juga keluarga MA. Mulai istri, ibu dan anak-anaknya. MA sendiri berasal dari Tembilahan. Dulunya, MA merupakan petani sebelum terlibat narkoba. Pelaku melakukan pencucian uang di beberapa tempat, sebagai bentu pencucian uang.

“Uang hasil tangkapan ini masih kecil banget. Pasti masih banyak lagi. Kita akan terus telusuri. Setelah proses. Kita berikan ke Kejaksaan. Dan barang bukti akan dirampas untuk negara,” bebernya.

Aksi penggeledahan dilakukan BNN, Kamis (29/8) di Perumahan Sukajadi, Komplek Palem Ratu nomor 39, Batam. Rumah itu milik tersangka kasus pencucian uang, M Adam. Aset yang disegel BNN, diantaranya mobil-mobil itu berjejer di halaman rumah tersangka. Tersangka merupakan otak penyelundup narkoba ini Adam, baru lolos dari vonis mati, yang dianulir Mahkamah Agung menjadi 20 tahun penjara.

Tertangkapnya Adam, setelah BNN mengamankan 30 kg sabu dan 41 ribu butir ekstasi, di pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. Dari hasil penyelidikan, barang tersebut dikendalikan dari dalam lapas dengan napi Adam. Pengendalian dari lapas terungkap, saat diamankannya empat orang tersangka berinisial M (29), D(39), A (23) dan C (32), 16 Agustus 2019 lalu.

Dari pengungkapan kasus tersebut BNN berhasil mengamankan tersangka D di Pelabuhan Merak, Banten dengan barang bukti 20 bungkus sabu seberat 20,8 kg. Puluhan kilo sabu tersebut ditemukan tim BNN didalam ban cadangan sebuah mobil mewah. Pengembangan dilakukan, BNN menggeledah sebuah gudang yang berada di Kota Jambi dan berhasil menemukan 31.439 butir pil ekstasi serta mengamankan tiga orang tersangka di tiga lokasi yang berbeda.

Belakangan diketahui jaringan ini dikendalikan oleh napi lapas Kelas III Cilegon berinisial MA. Diketahui MA merupakan terpidana kasus penyelundupan 54 kg sabu dan 41.000 butir pil ekstasi pada tahun 2016 lalu. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here