Aset BP Disiapkan Jadi KEK Tersendiri

0
277
Sekretaris Menteri Koordinator Perekonomian, Susiwijono dan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady saat meninjau fasilitas dan aset BP di Batam beberapa hari lalu.F-ISTIMEWA
Dewan Kawasan (DK) akan mengubah wajah sejumlah aset-aset milik Badan Pengusahaan (BP) Batam yang dianggap berpotensi menjadi unit-unit bisnis yang mandiri.

BATAM – Sehingga aset-aset BP yang potensial, dijadikan kawasan ekonomi khusus (KEK) tersendiri. Seperti Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP), yang akan menjadi KEK medical service.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Mugiarso, saat berkunjung ke Batam beberapa waktu lalu meninjau aset BP bersama Kepala BP Batam, Edi Putra Irawadi. Dia mencontohkan RSBP yang dapat dikembangkan menjadi usaha bisnis yang menarik di mata dunia.

Baca Juga :  Diperlukan Tindakan Konkrit Cegah Virus Corona

”RSBP ini bisa dikembangkan menjadi semacam KEK medical service,” katanya.

Disebutkan, pengembangan aset ini ke depan, harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Di mana saat ini perencanaan pengembangan pengelolaan aset menjadi unit-unit bisnis yang mandiri.

”Fasilitasnya sudah ditinjau bersama. Dan akan dilaporkan sekaligus paparkan konsepnya ke Ketua DK,” jelasnya.

Diakui Susiwijono, dia sudah mengunjungi aset-aset milik BP Batam seperti RSBP, Pelabuhan Batuampar, Pelabuhan Sekupang hingga Asrama Haji. Dari sana, pihaknya melihat prospek pengembangan dari Pelabuhan Batu Ampar menjadi pelabuhan yang mengandalkan konsep internasional logistik ke depannya.

Baca Juga :  Cuma Harga Beras yang Stabil

”Konsep pelabuhan internasional logistik ini, akan dibangun dan dikembangkan dengan skala yang modern,” ujar dia.

Atas rencana itu, Kepala BP Batam, Edi Putra Irawadi merespon postif. Menurutnya, pengembangan aset BP merupakan salah satu cara menyajikan ragam bentuk investasi kepada dunia internasional. Sehingga, menjadi bagian dari destinasi di Batam.

”Ini baik dalam pengembangan dan bisa mendukung dunia pariwisata Batam,” beber dia.

Disampaikan jika wisata memang sudah sesuai dengan program BP. Akan buat klinik yang dikembangkan oleh investasi asing. Seperti dari Australia, Singapura, Korea hingga Indonesia sendiri. Nanti akan ada laboratorium dan sebagainya. Sehingga wisatawan mancanegara maupun nusantara yang datang ke Batam, tidak hanya mencari destinasi wisata saja.

Baca Juga :  Kumpulkan Relawan, Isdianto Tegaskan Jangan Intervensi Masyarakat Soal Pilihan

”Mereka juga bisa menikmati paket wisata kesehatan yang yang dikemas dalam sajian berkualitas dan profesional,” imbuhnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here