Aset Pemko Diklaim Warga

0
790
Manajemen PT Angkasa Pura II gelar rapat dengan Pemko.f-andri/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Manajemen PT Angkasa Pura (AP) II Cabang Tanjungpinang mengadu ke Pemko Tanjungpinang, terkait lahan yang sudah diserahkan Pemko ke pihak bandara tahun 2011, diklaim tanah milik warga.

”Lahan yang dihibahkan ke kami dari Pemko diklaim punya dua warga setempat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Manager Airport Officer Service Maintenance, Efan Yolanda disaat menyampaikan batas lahan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) penggunaan lahan Pemko Tanjungpinang di ruang rapat PT AP II Cabang Tanjungpinang, Selasa (31/7).

Keluhan soal lahan hibah diklaim warga disampaikan Efan Yolanda langsung ke Pemko Tanjungpinang melalui Asisten III Pemko Tanjungpinang, Suyanto saat berada di ruang rapat PT AP II Cabang Tanjungpinang berada di lantai dua.

Tahun 2011 lalu, Pemko Tanjungpinang telah menyerahkan asetnya berupah tanah seluas 32,98 hektare ke PT AP II Cabang Tanjungpinang. Karena lahan itu untuk pagar kawasan bandara, maka PT AP II langsung melakukan pengerjaan pemasangan pagar.

Baca Juga :  Suzuki Berbagi dengan Anak Yatim

Dipertengahan pekerjaan, ada warga yang langsung mengklaim bahwa tanah yang akan dipagar oleh PT AP II Cabang Tanjungpinang, adalah miliknya. Karena, diklaim warga maka pengerjaan pemasangan pagar tersebut dihentikan sementara.

”Kita sudah mulai pengerjaan pemasangan pagar dari sejak tahun 2017 lalu sampai tahun 2018 ini,” kata Efan.

Dari sekitar 1.400 meter, kata dia, hanya tinggal sekitar 500 meter saja yang belum dilakukan pengerjaan pemasangan pagar. Pasalnya, ada warga yang datang dan langsung mengklaim tanah tersebut.

Kata dia, tujuan pemasangan pagar, katanya, PT AP II Cabang Tanjungpinang hanya menjaga aset milik Pemko Tanjungpinang yang sudah diterimanya. Selain itu, menjaga keamanan di lingkungan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Baca Juga :  Disdukcapil Ajukan Dua Perekam KTP

Jangan sampai ada masyarakat mencoba menyusup masuk secara diam-diam ke wilayah Bandara RHF Tanjungpinang, tanpa izin. Karena hal tersebut sudah pernah terjadi di beberapa bandara di Indonesia.

”Kita ingin permasalahan ini cepat terselesaikan. Agar kami bisa menyelesaikan pengerjaan pemasangan pagar di tahun 2018 ini.

Waktu kita tinggal sekitar dua bulan lagi melakukan pengerjaan pemasangan pagar,” harap dia. Sementara itu, Asisten III Pemko Tanjungpinang, Suyatno berjanji akan menyelesaikan permasalahan pemberian aset Pemko Tanjungpinang ke PT Angkasa Pura II Cabang Tanjungpinang.

Untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi AP II Cabang Tanjungpinang, ia akan melibatkan pihak terkait. Mulai dari Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tanjungpinang dan dinas terkait di lingkungan Pemko Tanjungpinang.

”Kirain saya sudah tidak ada permasalahan. Karena pemberian aset Pemko Tanjungpinang ke PT AP II Cabang Tanjungpinang sudah cukup lama. Baru ini kita tahu, ada permasalahan warga yang mengklaim tanah tersebut miliknya,” ucap dia.

Baca Juga :  Tersangka Korupsi Pelabuhan Dompak Dijebloskan ke Penjara

Untuk memastikan ini semua, kata dia, pihaknya bersama dinas terkait di lingkungan Pemko Tanjungpinang bersama PT AP II Cabang Tanjungpinang akan meninjau ulang ke lokasi tersebut. “Kita akan ukur ulang tanah tersebut. Tujuannya untuk memastikan saja, apakah tanah tersebut memang masih milik masyarakat atau tidak,” terangnya.

Kalau masih milik masyarakat, maka Pemko Tanjungpinang akan memanggil pemilik tanah tersebut. Sehingga kedepannya tidak ada lagi terjadi permasalahan. ”Mudah-mudahan permasalahan ini tidak berlarut-larut,” sebut dia. (dri)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here