Ashady Minta Pemko Tegur PDAM dan Satker PJN

0
441
MELINTAS: Kendaraan roda dua yang melintas di Jalan DI Panjaitan menghindari jalan yang berlubang akibat galian PDAM Tirta Kepri. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Jalan DI Panjaitan Tanjungpinang yang menjadi kewenangan Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Provinsi Kepri.

Jalan tersebut banyak yang rusak karena ada penggalian pipa PDAM Tirta Kepri. Membuat pengguna jalan merasa tak nyaman.

Meski bukan menjadi kewenangan Pemko, Waka Komisi III DPRD Kota Tanjungpinang, Ashady Selayar meminta Pemko menegur PJN agar segera diperbaiki. Bila perbaikan menjadi kewenangan PDAM, maka Satker PJN yang harus melakukan komunikasi.

Ia tak ingin jika jalan raya di Tanjungpinang tidak mulus, ia berharap pihak terkait bisa menyelesaikan maksimal dua minggu setelah menerima aduan.

Kondisi saat ini Jalan DI Panjaitan yang merupakan jalan nasional, banyak rusak. Untuk persoalan ini, secara aturan, masyarakat mengetahui Satker PJN yang memiliki kewenangan untuk memperbaiki.

Bila itu dilipahkan menjadi kewenangan PDAM Tirta Kepri, maka Satket tersebut yang berhak meminta. ”Jangan sampai saling lempar, intinya harus segera diperbaiki,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (22/10).

Ia meyakini jika PDAM menggali berarti memiliki anggaran untuk memperbaiki, meski demikian ini tergantung kesepakatan kembali dengan PJN. ”Sudah sering rusak jalan, buat masyarakat atau pengguna jalan tak nyaman,” paparnya.

Belum lama ini, pipa PDAM bocor berada di depan Hotel Pesona, Km 8 Tanjungpinang bocor yang membuat kondisi jalan rusak. Kalau jalan raya tidak dikembalikan dengan kondisi awalnya, ia meminta kepada Pemko Tanjungpinang untuk memberikan teguran ke PDAM Tirta Kepri.

”Begitu juga Satker harus tegas memberikan teguran untuk PDAM, yang selalu menggali pipa hingga merusak jalan protokol di Kota Tanjungpinang. Ini perlu dikomunikasikan,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here