Ashady Minta PJU Kawasan Timur Diperbaiki

0
536
WAkil ketua Komisi III DPRD Tanjungpinang, Ashady Selayar sedang bincang-bincang dengan warga belum lama ini.F-Istimewa

TANJUNGPINANG – WaKIL Ketua (Waka) Komisi III DPRD Tanjungpinang,, Ashady Selayar meminta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan serius menangani Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah Tanjungpinang Timur.

Menurutnya, dinas terkait mesti memprihatikan PJU mulai dari penerangan di lingkungan pemukiman hingga di jalan protokol. Menurutnya, ada banyak lampu jalan yang tidak berfungsi. ”Seperti jalan protokol yang berada di Jalan Nusantara Km 12 hingga perbatasan Tanjungpinang-Kijang, dan Jalan Raya Tanjunguban-Tanjungpinang serta perbatasan menuju ke Km 16 Kawal, Kabupaten Bintan umumnya PJU-nya padam,” sebut anggota DPRD Dapil Tanjungpinang Timur ini.

Baca Juga :  Pengunjung Pasar Takjil Harus Taat Lalu Lintas

Dampaknya, sambung Ashady, bisa memicu kriminal dan lakalantas. ”Bahkan, beberapa waktu lalu ada kasus perampokan di daerah Kampung Sidomakmur,” kata Ashady kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (26/1).

Karena banyak PJU yang padam, tahun lalu, rombongan Komisi III DPRD Tanjungpinang pernah mengajak dinas tersebut untuk meninjau ke lapangan. ”Dengan ke lapangan, kita tahu titik mana saja yang rawan hingga membutuhkan lampu penerangan jalan,” imbuhnya.

”Kita juga prioritaskan kawasan pemukiman dulu, sebab banyak warga yang mengeluh. Mereka tak berani ke luar rumah jika malam hari,” terangnya

Hanya saja, sambung, Ashady, meski dewan sudah turun bersama dinas terkait, namun sampai saat ini belum juga ada perbaikan. ”Padahal, itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak. Mestinya itu jadi prioritas. Saya harap dinas terkait serius menyelesaikan persoalan ini,” harapnya.

Baca Juga :  Bangunan dan Ruko Perlu di Cat Warna-warni

Bila perlu, sambungnya, bukan hanya di wilayah Tanjungpinang Timur saja yang diperbaiki, tetapi juga menyeluruh di setiap kecamatan. Menurutnya, ada beberapa cara sederhananya menyelesaikan masalah lampu jalan yakni dengan cara mendata dan melakukan pemasangan secara berkala setiap tahunnya.

”Jadi, dalam jangka lima tahun, harusnya persoalan PJU sudah bisa selesai. Penganggarannya juga dilakukan secara berkala, sesuai dengan kebutuhan yang sudah dihitung. Saya yakin dinas punya peta lokasi mana saja yang butuh listrik,” paparnya.

Selama ini, menurutnya, ada anggaran pemiliharaan, dan pemasangan PJU. Tetapi, dinas terkait tidak menjadwalkan sesuai perhitungan di lapangan. Dari laporan warga, sebut Ashady, mereka pernah mengajukan langsung ke dinas terkait agar ada pergantian bola lampu, namun tidak kunjung dikabulkan. (ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here