Asik Main Game, Pelajar SD Dirazia

0
633
TERJARING: Pelajar saat terjaring razia saat main warnet di jam sekolah. F-Istimewa

Tanjungpinang – Sebanyak 21 anak yang masih berstatus pelajar terjaring razia selama Operasi Bina Kusuma yang dilaksanakan oleh Polres Tanjungpinang. Puluhan anak Sekolah Dasar (SD) ini, dijaring pada saat bermain warnet pada saat jam sekolah berlangsung.

Kepala Satuan Bimbingan Masyarakat Polres Tanjungpinang AKP Zalukhu mengatakan, pihaknya melakukan operasi Bina Kusuma dibantu dengan Satpol PP Kota Tanjungpinang.

Dengan target para pelajar yang bermain warnet didaerah Wilayah Hukum Polsek Tanjungpinang Timur pada saat jam sekolah berlangsung.

”Ada 21 anak yang berhasil diamankan, yang masih duduk dibangku sekolah dasar,” katanya Jumat (3/3).

Zalukhu menyebutkan dari 21 pelajar yang terjaring dalam operasi yakni sekolah dasar (SD) sebanyak 17 orang, Sekolah Menengah Pertama (SMP) tiga orang dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak satu orang.

Seluruh anak yang terjaring dalam Operasi Bina Kusuma ini akan dilakukan pembinaan dan dinasehati. Selain itu juga orang tua dari seluruh anak ini akan kita panggil serta nantinya pihaknya akan membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi lagi.

”Dinasehati dan diberi pembinaan, kita beritahu orang tuanya dan kita beri beri surat pernyataan. Kita mengamankan bukan untuk menghukum melainkan untuk membina dan menasehati anak tersebut agar tak main game,”ungkapnya.

Ia menyebutkan, akan memanggil orang tua agar bisa menasehati anaknya, selalu mengawasi anak pada saat pulang sekolah tidak langsung bermain warnet.

”Kepada orang tua untuk mengawsi dan bila keluar untuk tetap mengawasi kemana saja anak pergi,” tuturnya.

Sementara itu, seluruh anak yang terjaring dalam Operasi ini diamankan di empat warnet yang ada di wilayah hukum Polsek Timur, yaitu warnet Milenium, E-2 warnet, Friend Net , dan Zog (Zone Of Garmes).

”Untuk pihak warnet kita harapkan untuk tidak menerima anak-anak yang ingin bermain warnet pada saat di jam-jam sekolah,” sebutnya.

Selain mengamankan pelajar dalam operasi Bina Khusuma juga menjaring empat orang anak punk yang sedang mengamen dan empat orang pengemis.

Zaluhku menyebutkan, para anak punk dan pengemis yang diamankan dalam operasi Bina Khusuma diserahkan kepada Dinas Sosial Kota Tanjungpinang untuk dilakukan pembinaan. Ia berharap, pengemis dan anak punk, yang sudah dibina oleh Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, tidak lagi turun ke jalan untuk mengemis.

”Ya, kita inginkan orang tua siswa, menjaga anaknya. Dan, para pengemis dan anak punk, tidak boleh lagi turun ke jalan raya, ke rumah-rumah meminta-minta belah kasih dari masyarakat Tanjungpinang. (RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here