Asita Perkirakan Wisman Cina Lampaui Malaysia

0
366
Tulisan selamat datang di Batam jadi ikon baru kota itu sebagai tanda turis sudah sampai di Batam. F-NET

Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia memperkirakan jumlah kunjungan wisman Cina akan melampaui wisman Malaysi di Kepri tahun 2019.

BATAM – Bahkan, tahun 2018 ini, peluang wisman Cina melampaui Malaysia yang selalu diurutan kedua, setelah Singapura, sangat besar. Dimana, sampai September, wisman Cina sudah 199 ribu orang.

Perkiraan itu disampaikan Ketua DPD ASITA Kepri, Andika, di Batam, mencermati peningkatan jumlah wisman di Kepri. ”Sampai akhir tahun, China akan melampaui Malaysia. Apa lagi, mayoritas turis Malaysia sebenarnya itu warga Singapura yang bekerja di Malaysia,” kata Andika.

Disebutkan, peningkatan wisman Cina ke Kepri terlihat dari data kunjungan sejak tahun 2017. Pada tahun 2017, Januari sampai September, kunjungan wisman Cina, sebanyak 120 ribu orang. Sementara pada tahun 2018, jumlah wisman, khusus Agustus, jumlahnya meningkat dan diangka 28 ribu, pada satu bulan itu.

Baca Juga :  F-PDIP Sisihkan Gaji Bantu Penanganan Virus Korona

”Pada 2018, total jumlah wisman Cina meningkat drastis, jadi 199 ribu orang, dari Januari sampai September 2018,” bebernya.

Sementara untuk total kunjungan Wisman di Batam, diperkirakan 1,8 juta jiwa. Sementara untuk Kepri, diperkirakan 2,5 juta jiwa, dari 2,2 juta target Kepri. Di sisi lain, disarankan harus ada langkah untuk memastikan, peningkatan wisman, diikuti dengan pengeluaran wisman yang meningkat.

”Kunjungan wisman harus dibarengi pengeluaran yang benar-benar dipastikan, membuat perputaran uang meningkat. Kalau mereka datang, tapi tidak ada perputaran uang, dampaknya tak besar untuk masyarakat. Jadi kita harapkan, ketika mereka belanja, ada perputaran uang,” harapnya.

Baca Juga :  Target Penonton Singapura

Selain itu, wisman ke Kepri juga mengalami peningkatan dari segi lama tinggal. Selama ini diakui wisman ke Kepri lama tinggal tergolong singkat. ”Long of stay di Kepri pendek. Itu karena wisman yang banyak dari Singapura dan Malaysia. Sulit menjadikan long of stay lama,” bebernya.

Kondisi itu diakui, karena ongkos murah dan jarak yang dekat. Selain itu wisman Singapura-Malaysia datang, saat akhir pekan. ”Dengan harga ferry murah, mereka bisa datang lagi minggu depan. Beda dengan perjalanan yang lama, mereka harus menyiapkan waktu lebih lama. Rugi kalau hanya sebentar,” imbuh Andika.

Baca Juga :  QRIS UMKM dan Warga Transaksi Tanpa Dompet

Ke depan diperkirakan Kepri bisa menjadi nomor dua jumlah kunjungan wisman, melampaui Jakarta. Alasaannya, kapasitas kapal yang ada sangat ini. ”Kapasitas kapal ke Batam dari Singapura, 6 juta per tahun. Makanya kami sangat yakin, Kepri bisa menjadi nomor 2,” harapnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here