ASN Diminta Terlibat Putuskan Mata Rantai Narkoba

0
123
Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepri dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (1/11) f-istimewa

ANAMBAS – Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Anambas mendatangi Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) untuk menghadiri acara penandatanganan MoU atau nota kesepahaman bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri, Kamis (1/11) pagi.

Mereka diminta turut serta berperan memutuskan mata rantai peredaran narkoba di Anambas.

Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris serta jajaran kepala OPD.

Ia mengatakan, kerja sama ini, sebagai bentuk komitmen seluruh ASN di lingkungan Anambas turut serta mencegah penggunaan narkoba. Serta berupaya menolak pecandu maupun pengedar.

Menurutnya, kegiatan ini juga bentuk dukungan kepada jajaran BNN Provinsi Kepri menjadikan Anambas nol pengguna narkoba.

“Saya harapkan semua ASN tidak ada yang terlibat atau pencandu narkoba,” kata Abdul Haris memberikan arahan.

Bila ketahuan maka ada sanksi hukum yang diterima. Bahkan terancam di pecat sesuai aturan yang berlaku.

Ia menuturkan, para generasi muda di Kabupaten Kepulauan Anambas harus mempunyai imunitas dan daya tangkal menolak narkoba. Sehingga penerus daerah ini terbebas dari barang haram tersebut.

“Kesepakatan melalui MoU ini adalah upaya pemerintah daerah dalam menangkal masuknya narkoba di Anambas,” ujar Haris.

Tambahnya, dengan berkembangnya zaman dan peradaban maka tidak menutup kemungkinan pengaruh negatif ini masuk ke Anambas. Apalagi sebagai kawasan perbatasan, tidak menutup kemungkinan menjadi daerah masuknya narkoba untuk didistribusikan ke daerah laim.

“Kemungkinan masuknya narkoba ke Anambas itu besar sekali, maka dari itu salah satu upaya menanganinya berkerjasama dengan BNN selalu memberikan sosialisasi dan penanganan kepada pencandu,” katanya.

Bagi pecandu, pihak BNN bersedia merehabilitasi sesuai dengan kebutuhan. Ketua BNN Provinsi Kepri, Richart M Nainggolan mengatakan, upaya pencegahan dan penegakan hukum sudah di lakukan, namun perlu kerja keras upaya pemutusan mata rantai bisnis para pengedar narkoba sampai ke Anambas.

Peredaran narkoba kini sudah masuk di kategori bisnis, tentu pula ada pangsa pasar. Pihaknya terus berupaya melakukan penindakan.

“Para pengedar narkoba selalu berupaya memperluas pasar bisnis mereka. Perlu diketahui upaya pencegahan dan penindakan sudah cukup masif dan kita harus berupaya putuskan mata rantai itu,”ucap dia.

MoU ditandatangani Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris bersama Kepala BNN Provinsi Kepri, Richart Nainggolan yang disaksikan seluruh ASN di lingkungan Anambas. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here