Asprov Hanya Bisa Wait and See

0
212
MAIFRIZON Wakil Ketua Asprov PSSI Kepri meninjau lapangan stadion Dompak, belum lama ini.
Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kepri tak bisa berbuat banyak, dalam menghadapi masa darurat kesehatan secara nasional, saat ini. Asprov Kepri hanya wait and see (melihat dan menunggu).

DOMPAK – ASPROV PSSI Kepri, sebenarnya sudah merancang beberapa agenda dalam menghadapi musim 2020 ini. Setelah mengikuti Kongres Biasa PSSI minggu ketiga Januari 2020 lalu, Wakil Ketua Asprov PSSI Kepri Maifrizon sudah mengagendakan rapat kerja (raker) pengurus, bersama anggota Asprov. Sudah termasuk klub, federasi serta Askab dan Askot se-Kepri.

Maifrizon menyebutkan, Raker Apsrov Kepri ini direncanakan untuk menyampaikan agenda dan program kerja PSSI pusat. Sehingga, bisa diselaraskan dengan program kerja di Provinsi Kepri. Seperti kompetisi sepak bola yang digulir di Indonesia, pada musim 2020 ini. Tapi, Raker terpaksa ditunda sampai dua kali, karena terbentur dengan penyebaran virus korona.

Bicara kompetisi di Indonesia, Maifrizon mengungkapkan, dalam Kongres Biasa 2020 di Bali, cukup banyak yang diagenda PSSI pusat. Khusus yang berkaitan dengan Asprov PSSI Kepri, yaitu kompetisi Piala Indonesia, Liga 3, Piala Soeratin dan Piala Pertiwi.

Untuk Piala Indonesia 2020 yang direncanakan dimulai pertengahan April ini, mesti diikuti tim Liga 3 (amatir) yang terdaftar di PSSI. Namun, belum dipastikan apakah pesertanya merupakan klub Liga 3 yang ikut bertanding di
musim 2019 lalu, atau seluruh klub Liga 3 yang terdaftar di PSSI. Karena, regulasinya belum turun, sampai saat ini.

Kemudian, Liga 3 putaran provinsi mesti diikuti 17 klub amatir (LIga 3) di Provinsi Kepri. Dua klub terbaik akan melanjutkan ke putaran regional, dan nasional. Bagi klub yang
tidak mengikuti kompetisi Liga 3 ini, wajib dilaporkan ke PSSI dan bakal dapat sanksi di musim 2021 mendatang.

Sedangkan untuk Piala Soeratin, PSSI menganjurkan agar setiap Asprov menggelar untuk kompetisi umur U-17, U15 dan U-13. Kemudian, di setiap Asprov juga diwajibkan menggelar
kompetisi Piala Pertiwi, yaitu kompetisi sepak bola untuk putri. Dari putaran nasional, langsung melanjutkan putaran nasional.

”Hanya saja, sampai saat ini belum ada perkembangan dari PSSI pusat. Bagaimana regulasi dan kelanjutan dari agenda kompetisi itu, kita hanya bisa wait and see. Tunggu dan lihat informasi dari PSSI nanti,” jelas Maifrizon, Senin (6/4) kemarin.

”Kalau untuk Liga 1, Liga 2 dan Elite Pro Academy, di Kepri memang belum ada klub yang di kasta profesional itu,” sambungnya. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here