Assesment Polri Penentu Pejabat BP

0
560
KERJA SAMA: Kapolda Kepri dan Kepala BP Batam usai menandatangani MoU terkait penyelenggaraan assesment, Senin (20/11). f-istimewa/humas bp batam

BATAM – Untuk mendapatkan pejabat Eselon I, II, III dan IV di lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam, maka harus lolos assesment Polri. BP Batam telah melakukan kerja sama dengan Polda dan Polri terkait assesment Sumber Daya Manusia (SDM). Assesment itu sendiri akan berjalan mulai November dan Desember 2017. Dengan kerja sama itu, maka assesment Polri menjadi penentu pejabat BP Batam

Kepala BP Batam, Lukita, mengatakan, assesment dimaksud untuk mendorong pembangunan Batam dengan kualitas SDM di BP Batam. ”Assesment ini kita buat supaya bisa membangun lebih cepat dan dalam menghadapi tantangan-tantangan ke depan,” bebernya, Senin (20/11).

Ia menegaskan, pejabat di BP Batam harus diisi orang-orang yang terbaik. Sehingga bagi pegawai BP Batam yang memenuhi proses assesment yang dilakukan Polri, berpeluang menjabat di posisi penting. ”Kami kerja sama dengan Polri, karena ingin lebih baik. Kalau ternyata calon yang mengikuti assesment belum memenuhi, kita akan buka lagi,” ujar dia.

Terkait dengan waktu penyelenggaraan, diakui akan dilakukan segera pada 27 November dan 4 Desember 2017 nanti. Terkait dengan peserta untuk assesment diperkirakan jumlahnya sekitar 300 orang. Prosesnya dijanjikan dilakukan secara transparan. ”Kita segera lakukan karena kebutuhan sudah mendesak untuk meningkatkan investasi. November ini kita akan kirim untuk pejabat eselon II dan eslon III akan kami lakukan Desember 2017,” bebernya.

Sementara Kapolda Kepri, Irjen Sam Budigusdian mengatakan, Memorandum of Understanding (MoU) mereka gelar sebagai bentuk dukungan Polri terhadap BP dalam reformasi struktural.

Untuk meningkatkan kinerja BP Batam ini, diperlukan orang-orang tepat, berintegrasi dalam melakukan reformasi struktural dalam mengelola BP. ”Tugas yang diberikan kepada beliau sangat berat, sehingga dibutuhkan orang-orang yang tepat, berkompeten dan integritas dalam mengelola BP,” kata Sam.

”Kami memberikan dukungan terhadap pemilihan pejabat eselon. Sehingga pimpinan BP bisa memilih orang yang lebih tepat. Kami memberikan dukungan dalam melakukan assesment. Ini untuk meningkatkan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dan berkolaborasi dengan instansi lain,” bebernya.

Menurutnya, Polri memilih untuk membantu BP Batam, karena pihaknya memiliki fasilitas di Mabes Polri dan di Polda. ”Software-nya ada sama kita. Tapi bukan mau merekrut orang Polri untuk menjadi pejabat di BP. Kita selama ini juga membantu pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan sekarang ternyata dimanfaatkan BP Batam,” sambungnya.

Dalam melakukan assesment ini, akan ada anggota Polri yang ditugaskan untuk membantu. Namun dalam hal ini ditegaskan, yang menentukan siapa yang akan dijadikan pejabat, tetap di tangan BP Batam. Kepolisian hanya melakukan proses assesment.

”Seleksi pejabat tetap dilakukan BP. Jadi Polri bukan dalam rangka penugasan. Jadi MoU bukan dalam rangka penugasan, tapi kami memfasilitasi. Tetap Pak Kepala BP yang melakukan seleksi personel BP Batam dengan fasilitas Polri,” imbuhnya.

Dijelaskannya, dalam melakukan proses assesment, maka sebanyak 165 orang personel kepolisian akan membantu. Dimana, personel kepolisian yang akan membantu itu ada di Polda Kepri dan Mabes Polri. ”Pelaksanaan untuk assesment eselon III di Polda dan II di Mabes Polri sehingga bisa berjalan baik. Hasilnya akan kami serahkan ke bapak kepala BP. Tinggal kepala BP yang menentukan siapa yang dipilih,” beber Sam mengakhiri. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here