Assosiasi Pariwisata Gelar Event Lingga Night

0
366
M Ishak

LINGGA – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Lingga memberikan dukungan penuh, terhadap pelaksanaan Lingga Night di hadapan peserta Triangle Tourism Travelmart ke-II.

Kegiatan itu diselenggarakan assosiasi pelaku pariwisata Kepri, bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata diselenggarakan di Travel Lodge Hotel, Batam belum lama ini.

Sebagai bentuk dukungan, Disbud Lingga mengutus Sanggar Seni Pelangi plus beberapa penyanyi lagu melayu yang tampil memukau menyertai promosi objek wisata Lingga. ”Meskipun dinas kebudayaan dan pariwisata tidak dalam satu organisasi perangkat daerah lagi, tidak ada alasan untuk tidak sinergis dan saling mndukung. Bila pemahaman dan komitmen sudah dibangun, guna mendukung salah satu sektor unggulan Kabupaten Lingga yakni pariwisata, pastilah semuanya berjalan lancar,” kata Ishak, kemarin.

Baca Juga :  Listrik Padam, Daik Gelap-gulita

Ishak berharap, objek kebudayaan yang telah dilestarikan Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Disbud dapat memberikan manfaat baik untuk pendidikan maupun ekonomi.

Dia meyakini objek wisata Kabupaten Lingga dapat dikelola dengan baik. Menurutnya, sektor ini yang akan cepat dapat menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Lingga dimasa mendatang.

Ia mengharapkan, semua harus bergerak cepat dan memberikan dukungan penuh objek pariwisata Lingga yang diexplore.

Apalagi wisata yang berbasis sejarah dan budaya, untuk itu, ke depan hendaknya kegiatan seperti ini dapat lansung di selenggarakan di Kabupaten Lingga.

”Dukungan anggaran untuk sektor ini juga harus lebih memadai, termasuk juga dukungan infrastruktur seperti pembuatan jalan menuju objek-objek besejarah, agar aksesnya mudah dan lancar,” tutupnya.

Baca Juga :  Kabupaten Bone Rujukan Pertanian Lingga

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga memberikan referensi buku Tudung Manto yang baru saja diterbitkan untuk menjadi buku pelajaran muatan lokal.

Hal ini berdasarkan isi buku, yang tidak hanya menceritakan sejarah Tudung Manto tapi juga berisi norma- norma yang terkandung terkait perkembagannya serta sejarah jatuh bangun kerajinan Tudung Manto di Daik.

”Saya berharap, Dinas Pendidikan bisa menjadikan buku ini sebagai salah satu buku pelajaran muatan lokal di Kabupaten Lingga,” kata Kadisbudpar Lingga M Ishak beberapa waktu lalu.

Ishak menyampaikan, penerbitan buku Tudung Manto adalah bentuk komitmen Pemkab Lingga untuk melestarikan Tudung Manto.

Tudung khas unik kabupaten setelah ditetapkannya Tudung Manto, yang telah ditetapkan sebagai warisan Budaya Tak Benda indonesia tahun 2015 harus dilestarikan.

Baca Juga :  Pertahankan Adipura, Polres Gelar Goro

Selain menerbitkan buku Tudung Manto, Pemkab Lingga juga melakukan pelatihan pembuatan yang dilakukan pada Tahun 2004 hingga Tahun 2005 lalu.

”Pemkab Lingga juga membangun rumah Tekad Tudung Manto Halimah, yang berlokasi di Kampung Manto,” ucapnya.

Atas terbitnya Buku Tudung Manto ini, Ishak memberikan apresiasi kepada tim penulis serta dukungan dan kerjasama dari Balai Pelestarian Nilai Budaya kepulauan Riau.

Sehingga, buku khas unik Tudung Manto Dapat diterbitkan nantinya dan men jadi bagian dari kurikulum pendidikan. (tir)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here