Astaga, 52 ASN Mangkir Sebelum Cuti Bersama

0
460

ANAMBAS – MENJELANG pelaksanaan cuti bersama lebaran yang dimulai Jumat (23/6), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terhadap pegawai. Sidak dilakukan diseluruh kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas, Rabu (21/6).

Dari pelaksanaan sidak itu, sebanyak 52 Aparatur Sipil Negara (ASN) mangkir sebelum pelaksanaan cuti bersama dimulai sesuai jadwal yang ditentukan. Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan SDM dan Kinerja di BKPSDM Toni Karnain menjelaskan, ASN yang mangkir kerja tanpa keterangan yang jelas akan dikenakan sanksi berupa pemotongan tunjangan sebesar 5 persen.

”Nantinya mereka akan dipanggil pak bupati, dan ini adalah aturan yang sudah ditetapkan. Harusnya mereka mulai cuti bersama Jumat (23/6),” jelas Toni, kemarin. Beberapa hari lalu, pihaknya juga melakukan sidak terhadap para Pegawai Tidak Tetap (PTT).

”Saya yakin ASN atau PTT yang tidak sudah mudik sebelum hari libur ditetapkan, tentu proses sanksi tetap diberikan kepada mereka,” ungkapnya. Tony menambahkan, pihaknya memberikan toleransi satu hari bagi pegawai yang mangkir untuk memberikan laporan. Tetapi apabila tidak ada laporan, maka pihaknya akan berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku dan akan membuat laporan kepada bupati. Untuk sanksi pemotongan tunjangan, menurutnya tidak begitu saja dilakukan. Untuk itu, pihaknya akan mendengarkan alasan dari ASN yang tidak masuk tersebut.

”Mungkin saja mereka sudah izin dengan ataannya. Tetapi, alasan yang masih diterima yakni dikarenakan menjalankan tugas atau dalam keadaan sakit,” tegas Toni. Jika memang tidak ada keterangan jelas kepada pihaknya, maka dengan terpaksa akan membuat laporan dan mengajukan pemotongan tunjangan tersebut.

Hal itu juga tidak terlepas dari peran serta kepala dinas masing-masing OPD. ”Bagi yang mendapat izin bisa saja diberikan toleransi, tapi yang tidak ada hal ini yang akan dipertimbangkan dan diserahkan kepada pimpinan untuk memutuskan sanksi,” pungkasnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here