Astaga, Siswi SMA Digilir Belasan Rekannya

0
462
Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto saat Konfrensi Pers di Mapolres Natuna, Selasa (17/9).

NATUNA – Siswi salah satu SLTA di Natuna berinisial N (15) menjadi sasaran nafsu bejat belasan rekan sekolahnya. Sudah lima pelaku yang diamankan polisi. Dua diantara pelaku merupakan anak dibawah umur dan tiga pelaku lagi sudah dewasa. Polisi masih mengembangkan kasus ini apalagi informasi yang beredar ada belasan pria yang pernah menyetubuhi siswi SMA ini.

Pengungkapan kasus pencabulan terhadap anak diabwah umur ini diungkapkan Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto dalam Konfrensi Pers di Mapolres Natuna, Selasa (17/9).

“Dua dari lima tersangka yang sudah kita amankan ternyata anak dibawah umur, masing-masing RS dan DA. Sementara tiga laki merupakan pria dewasa yang berinisial IA, WA, MF,’ kata Kapolres.

Menurutnya, pelaku diamankan pada Jumat (13/9) lalu oleh Polsek Midai dibantu beberapa personil Pos Angakatan Laut (Posal) Midai, Koramil Midai dan BKO Satpol PP Kecamatan Midai.

“Penangkapan ini berdasarkan laporan dari ibu kandung korban. Kelimanya kemudian dibawa ke Polres Natuna menggunakan kapal untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” katanya.

Mengenai kronologi dan modusnya, AKBD Dwi tidak bersedia merinci lebih jauh karena ini terkait anak di bawah umur.

“Dari hasil penyidikan sementara, kasus ini sudah berlangsung lama. Sudah terjadi sejak 2018 sampai 2019 ini. Modusnya, pelaku ngajak korban jalan-jalan. Ada pelaku yang melaukannya lebih daris ekali,” terangnya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti seperti beberapa lembar baju, celana dan pakaian dalam.

Ia mengaku kasus ini masih terus dikembangkan, karena polisi meyakini jumlah pelaku lebih dari dari lima orang.

“Kemungkinan tersangka akan bertambah. Mungkin sampai belasan orang. Kami masih kembangkan,” ujarnya.

Kelima tersangka itu disangkakan pasal 81 Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun Penjara.

“Ini pelajaran bagi semua pihak. Jangan sampai ada yang berbuat macam-macam terhadap anak karena hukumannya berat. Dan melindungi anak adalah tugas seluruh komponen bangsa,” tutur AKBP Dwi. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here