”Astagfirullah… Ini Bener Enggak Sabu? Kaget Saya,”

0
488
KAPOLRES Bintan Boy Herlambang dan Wakapolres Kompol Dandung memperlihatkan modifikasi mobil yang digunakan tersangka untuk membawa sabu ke Tanjungpinang, dari Berakit.f-yendi/tanjungpinang pos

Sekelumit Cerita Kapolres Bintan Ketika Mengungkapkan Sindikat Narkoba

”Astagfirullah… Ini Bener Enggak Sabu? Kaget Saya”. Begitu lah ungkapan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang seakan tidak percaya, setelah berhasil mengungkapkan sindikat peredaran narkoba jenis sabu, jaringan internasional yang masuk ke Bintan.

BINTAN – YA, Jumat 30 Agustus 2019 pekan lalu, jajaran Polres Bintan berhasil mengamankan tiga orang tersangka pemilik narkoba jenis sabu. Penangkapan ini langsung dipimpin oleh Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang bersama Polsek Bintan Utara, Satnarkoba dan Satreskrim. Tak tanggung-tanggung, 118,396 kilogram sabu yang diamankan.

Tiga pelaku yakni ZH (36), JF (37) dan SY (38) beserta barang bukti sabu diperlihatkan kepada 30-an orang wartawan se-Kepri, pada ekspose di Mapolres Bintan, Rabu (4/9) kemarin. Selain Kapolres Bintan hadir Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga, Wakapolres Kompol Dandung, Kasat Narkoba AKP Nendra Dhias, Kasat Reskrim AKP Yudha S, Kabag Ops AKP Sembiring dan sejumlah perwira di jajaran Polres Bintan.

Baca Juga :  31 Pejabat Ikut Tes, 19 Orang Bakal Nonjob

Penangkapan tiga tersangka yang bekerja sehari-hari sebagai sopir bus angkutan sekolah, serta 119 paket besar dengan berat bersih 118,396 kilogram sabu ini, memerlukan waktu yang cukup panjang. Hampir 1,5 bulan dalam pengintaian dan penyidikan. Awalnya, informasi dari masyarakat.

30 Agustus 2019 lalu, Kapolres Bintan bersama jajarannya langsung turun ke lokasi, setelah mendapatkan informasi bakal ada transaksi. Ternyata benar. Alhasil, polisi menggeledah rumah tersangka JF (37) di Kampungbaru, Lagoi, Teluk Sebong.

Di rumah tersangka ini ditemukan total sabu seberat 125 kilogram (kotor). Barang haram ini ditemukan di dalam kamar mandi sebanyak 3 koper, berisikan 99 bungkus besar narkotika jenis sabu. Kemudian, di dalam mesin cuci, sebanyak 3 (tiga) bungkus besar dan 1 (satu) bungkus sedang, juga ditemukan sabu. Di dalam kendaraan roda empat jenis Kijang LGX nopol BP 1126 TA ditemukan sebanyak 17 bungkus besar sabu.

Baca Juga :  Bupati Tambah RKB Senilai Rp 1,6 Miliar

”Waktu saya menemukan itu, astagfirullah… Ini bener enggak sabu? Kaget saya lihat sebanyak ini,” tutur Boy Herlambang saat menjawab Tanjungpinang Pos, usai ekspose di Mapolres Bintan, kemarin.

Boy Herlambang menyebutkan, dari tiga tersangka, seorang merupakan warga Tanjungpinang. Dan 2 tersangka lagi, warga bintan. Mereka bekerja sebagai sopir bus angkutan anak sekolah. Namun, sabu ini tidak dijual kepada pelajar, maupun disimpan di dalam bus sekolah itu.

Melainkan, sabu ini dibawa ke Tanjungpinang, dengan mobil yang dimodifikasi. Selanjutnya, sabu dari Malaysia lewat perairan Senggiling Bintan ini, akan dibawa dan diedarkan ke Sumatera dan Jawa. Dari pengakuan tersangka, sudah enam kali melakukan hal ini. Tapi, jumlah sabu yang dibawa dari Malaysia tersebut, pada operasi sekarang yang terbanyak.

Baca Juga :  Spontan, Aktivitas Ekonomi Warga Bintan Meningkat

”Dengan sebanyak ini, bisa saja tersangka diancam hukuman mati. Bayangin saja, dari 1 gram sabu, itu bisa digunakan 4 orang. Kalau sekilo, sudah berdampak 4 ribu orang. Kalau 119 kilo, ini sudah mematikan 700 ribu orang di Indonesia,” tutup Boy Herlambang. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here