Atap Beterbangan ke Rumah Tetangga

0
1014
RUSAK: Dua unit rumah di Blok D Perumahan Bumi Intan Sari Kelurahan Kampung Bulang rusak akibat ledakan tabung gas 12 kilogram (Kg), Selasa (12/9) sekitar pukul 03.00 f-raymon/tanjungpinang pos

Tabung Gas 12 Kg Meledak di Pemukiman Penduduk

Dua unit rumah di Blok D Perumahan Bumi Intan Sari Kelurahan Kampung Bulang rusak parah dihantam ledakan yang diduga berasal dari tabung gas 12 kilogram (KG) di rumah milik Dewi, Selasa (12/9) sekitar pukul 03.00.

TANJUNGPING – Ledakan yang terjadi subuh ini kekuatannya cukup besar, rumah milik Dewi mengalami kerusakan sangat parah. Mulai dari dinding rumah yang retak dan nyaris menghancurkan seluruh perabot yang ada. Sedangkan atap rumah nyaris tak bersisa.

Kejadian ledakan tabung gas ini terjadi saat warga perumahan yang terletak di Batu 6 Tanjungpinang ini sedang tertidur lelap. Warga kaget mendengar ada ledakan keras. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.

Hal itu diungkapkan Firman (59) yang menyebutkan, pada saat kejadian dirinya bersama keluarganya sedang tidur lelap. Tiba-tiba, dia terbangun karena mendengar ledakan yang sangat keras serta merasakan serpihan runtuhan butiran batu dari atas atap rumahnya. ”Saya kaget dan langsung keluar melihat atap dapur serta atap kamar tidur. Pas saya lihat, sudah hancur terbuka,” katanya.

Ia masih bersyukur dilindungi oleh Tuhan walaupun rumahnya mengalami kerusakan pada bagian atap dapur, atap kamar dan atap ruang tengah. ”Runtuhan batu rumah tetangganya itu jatuh tepat berada di atas tempat tidurnya. Beruntung, plafon rumah milik saya tidak runtuh. Kalau tidak, batunya bisa kena kepala,” jelasnya.

Pada saat kejadian itu, tidak menyebabkan adanya korban jiwa atau pun luka parah. Saat kejadian berlangsung, rumah Dewi dalam keadaan kosong. Pemilik rumah sedang pergi ke Jepang.

Waka Polres Tanjungpinang Kompol Andy Rahmansyah mengatakan, informasi awal akibat tabung gas yang bocor. Rumah dalam keadaan tertutup tidak ada udara keluar masuk, udara panas sehingga gas berputar di dalam ruangan dan terjadi ledakan. ”Kami menduga terjadi kebocoran. Gas yang keluar menumpuk di dalam rumah. Api dimungkinkan memicu ledakan yang sangat kuat,” katanya.

Sejak kejadian itu, petugas kepolisian dari Polres Tanjungpinang dan Polsek Tanjungpinang Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara. ”Namun untuk memastikan penyebab ledakan, kami masih melakukan penyelidikan mendalam,” ujarnya.

Pangkalan Tak Sediakan Timbangan Serta Wadah Air
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Tanjungpinang mengatakan, masyarakat harus hati-hati saat membeli gas. Jika tabung gas sudah berkarat dan ada yang peot, sebaiknya jangan dibeli karena rawan terjadi bocor.

Meski demikian, pihak Disperdagin mengaku selalu melakukan pengawasan tabung gas elpiji 3 Kg hingga 12 Kg ke pangkalan-pangkalan yang ada baik dari agen hingga pangkalan gas yang ada di Tanjungpinang. Bentuk pengawasan yaitu pegawai Disperdagin melakukan pengecekan pada tabung gas elpiji tersebut.

Pada saat pengecekan dan ditemukan ada tabung gas elpiji tidak layak digunakan masyarakat, maka pihaknya langsung menegur agen maupun pemilik pangkalan gas tersebut. Teguran tidak hanya sampai di agen hingga pangkalan saja, tetapi teguran yang dilakukan Disperdagin sampai ke pihak Pertamina.

Karena pihak Pertamina yang memiliki wewenang untuk menarik tabung gas elpiji dari peredaran, baik itu dari agen maupun pangkalan gas di Tanjungpinang. ”Karena wewenang kita hanya pada pasokan hingga pengecekan kualitas tabung gas elpiji dari peredaran,” kata Desy Afrianti, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Tanjungpinang kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (12/9).

Menurutnya, kalau kondisi tabung gas elpiji berkarat sampai sekitar 75-80 persen, maka Pertamina wajib dan harus menarik tabung gas elpiji dari predaran baik itu tabung gas elpiji di agen maupun pangkalan.

Karena dengan kondisi tabung gas seperti itu, sangat membahayakan keselamatan konsumen yang menggunakan tabung gas tersebut. Yang ia tahu, kalau sudah ditarik, maka pihak Pertamina akan melakukan seperti perbaikan tabung gas elpiji tersebut.

Supaya tabung gas elpiji yang dijual dari agen hingga pangkalan gas, layak digunakan oleh konsumen. Dia mengatakan, sangat mudah untuk mengetahui kondisi tabung gas elpiji tidak layak digunakan oleh masyarakat.

Caranya, masyarakat cukup melihat kondisi tabung gas elpiji pada saat ingin membeli. Kalau kondisi tabung gas elpiji dalam keadaan peot, setidaknya masyarakat jangan membelinya.

Selain itu, masyarakat juga harus memastikan tabung gas dalam keadaan tidak bocor. Untuk mengetahui bocor atau tidak, masyarakat terlebih dahulu merendamkan tabung gas di dalam wadah yang berisi air. Kalau tidak terdapat gelembung, maka tabung tersebut bagus alias tidak bocor.

”Ini bisa kita lakukan sendiri di pangkalan saat membeli tabung gas. Sebab, pangkalan wajib dan harus menyediakan timbangan serta wadah yang berisi air untuk merendamkan tabung gas elpiji tersebut,” ucap dia.

Apabila pangkalan tidak menyediakan timbangan serta wadah yang berisi air, mereka akan melakukan pembinaan seperti teguran secara lisan maupun tertulis.(RAYMON-ANDRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here