Atap Pelabuhan Penyengat di Pinang Rusak Parah

0
102
Atap pelabuhan penyeberangan ke Pulau Penyengat berada di Kota Tanjungpinang sudah bolong dan rusak parah. F-Andri Dwi S/Tanjungpinang Pos
Kondisi pelabuhan penyeberangan ke Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang sangat memprihatinkan. Sangat menganggu kenyamanan penumpang dan turis.

TANJUNGPINNAG – Pelabuhan ini satu-satunya akses masyarakat maupun turis yang akan berwisata ke Pulau Penyengat penuh dengan nilai sejarah.

Pantauan Tanjungpinang Pos, kemarin, pelabuhan tidak terawat dengan baik. Catnya sudah kusam. Atap pelabuhan sudah pada bolong.

Asbes yang digunakan untuk atap pelabuhan penyeberangan Pulau Penyengat sudah pada pecah. Sehingga pemandangan dilangit bisa terlihat saat berada di pelabuhan tersebut.

Dengan kondisi tersebut, membuat lantai pelabuhan basah disaat setiap air hujan turun. Kemudian, akan terasa panas apabila ada sinar matahari masuk hingga menyinari pelabuhan tersebut.

Selain itu, ada beberapa kayu pelabuhan sudah pada jatuh ke dalam laut. Sehingga risplang pelabuhan tidak bagus lagi seperti sebelumnya.

Kemudian, ada beberapa besi yang dijadikan pagar pelabuhan sudah tidak terlihat lagi. Masih ada besinya. Tapi, kondisi besi sudah bengkok tidak seperti biasanya.

Ternyata, kondisi pelabuhan penyeberangan Pulau Penyengat sudah lama dibiarkan begitu saja.

”Sudah lama, dek. Setiap saya pergi ke Pulau Penyengat, seperti ini saja kondisinya. Malah lebih parah,” kata Dani, salah satu penumpang yang dijumpai Tanjungpinang Pos, Selasa (25/6).

Dani mengaku warga Hutan Lindung Tanjungpinang, berharap, pemerintah untuk memberikan perhatian pelabuhan penyeberangan Pulau Penyengat berada di Kota Tanjungpinang. Karena pelabuhan ini salah satu akses yang selalu dilalui wisatawan, baik lokal maupun luar negeri menuju ke Pulau Penyengat.

”Apa tidak malu, kondisi pelabuhan ini seperti mau roboh,” sebut dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto mengatakan, pelabuhan penyeberangan Pulau Penyengat berada di Kota Tanjungpinang bukan aset Dishub Kota Tanjungpinang. Tapi, merupakan aset Dishub Provinsi Kepri.

”Coba tanya ke Dishub Provinsi Kepri,” sebut Bambang sambil menyarankan awak media ini untuk konfirmasi ke Dishub Provinsi Kepri.

Sementara itu, Kepala Dishub Provinsi Kepri, Jamhur Ismail hanya membalas pesan singkat kepada jurnalis ini melalui WhatsApp (WA) ”Iye”. Tapi, belum ada keterangan lebih lanjut disaat dihubungi kembali oleh jurnalis ini. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here