Atasi Air Bersih, Butuh Anggaran Besar

0
125
SALAH satu titik tempat air yang disediakan oleh Pemda untuk masyarakat. f-istimewa
Untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas sangat membutuhkan anggaran yang besar dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak.

ANAMBAS – Hal itu diungkapkan Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris SH, yang mengakui disejumlah titik beberapa desa mengalami krisis air bersih.

Sehingga ia mengajak memikirkan hal itu secara bersama-sama dan meminta dukungan semua pihak.

Dalam hal ini, Haris sapaan akrabnya mengatakan, ia berharap kepada pihak Pemerintah Pusat agar dapat memperhatikan kondisi yang dialami masyarakat Anambas pada umumnya.

Air bagian dari kebutuhan masyarakat setiap harinya, dan itu juga menjadi pemikiran dirinya selama ini.

”Saya berharap kepada semua pihak dapat mendorong kebutuhan hal itu. Paling utama dari Pemerintah Pusat, agar dapat memberi bantuan anggaran untuk pembangunan waduk dan sumur yang memiliki kapasitas yang besar,” kata Abdul Haris kepada Tanjungpinang Pos saat ditemui, kemarin.

Menurutnya, ia juga tidak menafikan di Anambas memiliki sumber air yang terletak di Desa Temburun Kecamatan Siantan yang berlimpah ruah ketika puluhan tahun yang lalu.

Namun kini dapat dilihat, sumber air itu hilang apalagi ketika musim kemarau atau panas maka air terjun Temburun mengalami kekeringan.

”Saya berpikir kedepannya apakah perlu dilakukan pembebasan lahan disekitar area, agar tidak terjadi penembangan untuk kepentingan pembangunan pemukiman milik warga. Jika hal itu terjadi, maka akan terjadi hilangnya potensi sumber air yang lebih besar lagi,” jelas dia.

Haris menambahkan, lebih parah lagi sumber air yang ada di Desa Lidi Kecamatan Siantan Tengah hampir boleh dikatakan tidak ada sumber air.

Tentu untuk membangun sumur bor, yang kapasitas yang besar butuh biaya yang sangat besar pula.

”Oh ya di Desa Lidi itu, sumber airnya sulit didapatkan. Warga mengambil air di desa lain, untuk memenuhi kebutuhan dasar tersebut itu,” ujar dia.

Pemda butuh anggaran anggaran dari Pemerintah Pusat pastinya, dan diketahui Anambas memiliki 255 pulau namun 26 pulau yang telah berpenghuni.

Belum lama ini, Dinas Perkerjaan Umum Perumahan Rakyat (DPUPR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas menyiapkan dua kapal untuk mengirimkan air untuk masyarakat Kota Tarempa.

Mobilisasi air itu, dari Desa Bayat Kecamatan Palmatak ke Kota Tarempa untuk kebutuhan warga.

Air tersebut, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Tarempa yang sedang mengalami krisis air akibat kemarau selama sebulan terakhir.

Plt Kepala DPUPR KKA Khairul Anwar mengatakan, kebutuhan masyarakat Anambas sekitar 914,400 liter per hari.

Kapasitas air itu, untuk memenuhi kebutuhan 2540 KK yang ada di Kota Tarempa.

”Saat ini, debit air yang ada sekitar 500 Meter Kubik yang disedot menggunakan pompa yang dipush secara terus menerus selama 12 Jam. Jika kondisi normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut, hanya membutuhkan waktu selama 5 sampai dengan 6 jam. Hanya untuk memenuhi tempat penampungan air, yang akan dialirkan ke rumah-rumah masyarakat,” kata Khairul, Rabu (27/3) bulan lalu.

Musim kemarau yang berlangsung belum lama ini, mengakibatkan sumber pasokan air mengalami kekeringan.

Akibatnya, pasokan air ke masyarakat melalui pipa pun terhenti dan warga mulai mencari sumber air bersih.

Sebab, sejumlah sumber air mulai mengalami kekeringan dan pasokan air melalui pipa umum ke rumah warga terhenti.

Sejumlah warga mulai mengangkut air, menggunakan jeriken ke sumber air yang masih ada.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here