ATB Naikan Tarif Sepihak

0
50
Warga Batam saat demo di kantor ATB beberapa waktu lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Corporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno mengakui tarif air bersih di Batam sudah naik. Ia berkilah kenaikan tarif air bersih hanya untuk kategori tertentu. Terkait dengan kenaikan itu, DPRD Batam meminta agar ATB menunda kenaikan tarif air apalagi kondisi perekonomian masyarakat saat ini masih kurang baik.

”Ya, naik. Ya, satu kategori saja (rumah mewah). Nanti saja ya,” kata Enriqo yang tak mau merinci sistem kenaikannya pada Jumat (11/5) di sela-sela rakor Kadin Batam yang dihadirinya.

Ketua DPRD Batam, Nuryanto mengaku baru tahu kenaikan tarif air ATB. Pihaknya belum menerima pemberitahuan kenaikan tarif air. ”Tidak tahu saya. Sampai sekarang belum ada tembusan dan pembahasan,” katanya.

Terkait dengan kenaikan tarif yang sudah berlangsung saat ini, diminta agar ditunda. ”Harusnya dibahas dulu di dewan kota atau provinsi. Jadi harusnya melalui proses. Harapan kita, ini dipertimbangkan dulu,” katanya.

Penundaan itu penting karena kondisi perekonomian masyarakat. ”Artinya, beban masyarakat juga sedang tinggi. Siapapun yang bahas (Batam atau Kepri), agar melihat kemampuan masyarakat Batam. Tapi saya tidak tahu naik, karena tidak ada tembusan,” imbuhnya.

Pernyataan senada juga disampaikan Ketua Komisi III DPRD Batam, Nyanyang Haris Pratamura. Kata Nyangnyang , pihaknya tidak pernah menerima permintaan dari ATB, untuk mendapat dukungan kenaikan tarif. Demikian dengan permintaan pembahasan kenaikan tarif juga belum pernah mereka terima. ”Pada dasarnya, kami minta jangan diterapkan dulu. Kalau pembahasan, mungkin di DPRD Kepi, tidak tahu juga. Dilihat dari pertumbuhan ekonomi yang sangat menyedihkan, 2,9 persen, kenaikan tidak tepat,” tegasnya.

Sebelum kenaikan harus ada pembahasan. Harus dilihat kondisi keuangan ATB, apakah merugi atau tida. Jika ATB tidak ada untung, mungkin bisa dipertimbangan. Karena itu, dia meminta agar kenaikan tarif ATB ditunda.

”Tapi jika ada keuntungan, harusnya bisa ditunda. Kalau kenaikan dipengaruhi maintance, tidak signifikan alasan kenaikan juga,” cetus dia. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here