Atika Thahira Lulus dengan IPK 3,92

0
8938
Atika Thahira, anak Tanjungpinang saat wisuda di Kampus Unand Padang dengan IPK 3,92, Sabtu lalu. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Atika Thahira, anak Tanjungpinang lulusan Universitas Andalas (Unand) Padang, lulus dengan IPK 3,92 dan masa studi hanya 3 tahun 5 bulan.

Alumni SMA 2 Tanjungpinang yang tinggal di Jalan Haji Unggar Tanjungpinang ini sudah kembali ke Tanjungpinang untuk mencari beasiswa S2. Rencananya, wanita yang bercita-cita jadi dosen tersebut akan kembali mengambil S2 hukum di kampus yang sama.

Ditemui di rumahnya, Atika mengaku bersyukur sebagai anak Tanjungpinang dan Kepri bisa menyelesaikan studi dengan waktu cukup singkat hanya 3,5 tahun.

”Anak-anak Kepri banyak yang pintar. Banyak yang berhasil dalam pendidikan di luar Kepri,” ujarnya, kemarin.

Ia membeberkan, kunci sukses bisa menyelesaikan studi waktu singkat dengan IPK cumlaude adalah, dengan banyak berkreatif. Banyak membaca buku. ”Saya memiliki 250 buku sebagai bahan untuk berkreatif selama saja kuliah,” bebernya.

Putri pasangan Hendra Arjuna dan Suryana ini, semasa SMA 2 Tanjungpinang juga dikenal sebagai atlet renang. Prestasi di cabang renang tidak diragukan lagi. Ia pernah mewakili Tanjungpinang di berbagai event, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar tingkat Provinsi Kepri dan Pekan Olahraga Provinsi Kepri. Ia juga membela Kepri di ajang nasional melalui Olimpiade Olahraga Sain Nasional (O2SN) tingkat nasional.

Ia memberikan motivasi kepada pelajar dan mahasiswa yang masih menuntut ilmu, jangan pernah menyerah untuk kuliah. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menempuh kuliah. Ia sendiri mengaku masuk ke Unand melalui jalur mahasiswa undangan.

”Jangan menyerah, tetap berdoa dan berusaha untuk meraih cita-cita dan dukungan dari kedua orang tua juga salah satu kunci keberhasilan,” katanya.

Ia juga meminta, selama kuliah selalu manfaatkan waktu luang untuk menambah pengetahuan dengan belajar dan juga bergaul yang benar di kalangan kampus.

Ia juga tidak menyangka usaha kreatif yang dilakukan selama duduk di bangku kuliah, bisa menghasilkan nilai tinggi. Bahkan ia sebagai mahasiswa lulusan terbaik Fakultas Hukum dan fakultasi lainnya yang usianya termuda.

Ia diwisuda bersama 1.217 orang lulusan mahasiswa Strata 1 (S1) dari 15 fakultas dan Diploma ekonomi di Kampus Limau Manis Unand, Sabtu lalu.

Rektor Unand Prof Tafdil Husni dalam sambutan pidatonya di Padang, menyampaikan kepada lulusan untuk mengembangkan kreativitas dan daya pikirnya usai lulus. Baik itu menjadi pekerja atau pengusaha.

Hal yang menjadi penting menurut guru besar ekonomi tersebut yakni dapat menjaga nama baik almamater dengan tidak terlibat dalam kegiatan yang merugikan negara seperti tindak kriminal dan asusila.

Di samping itu rektor juga berpesan untuk dapat mengembangkan ilmu yang didapatnya selama kuliah, kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada wisuda tersebut, Sarjana Ekonomi (SE) masih menjadi penyumbang lulusan terbanyak pada wisuda I 2018 dengan 202 orang bergelar SE. Kemudian Sarjana Teknik (ST) berjumlah 144, dan Sarjana Pertanian (SP) sebanyak 129 orang.

Sarjana Kedokteran Gigi (S.K.G) menjadi penyumbang sarjana terkecil dengan jumlah dua orang. Bagi Fakultas Ekonomi ini menjadi pencapaian yang berkelanjutan di setiap wisuda selalu menyumbangkan lulusan terbanyak. Baik wisuda I, II, III, dan IV dalam empat tahun terakhir.

Dalam wisuda tersebut juga terdapat pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik yang memiliki nilai tertinggi di antara lulusan lainnya.

Lulusan lain yang nyaris mendapat IPK 4 yakni Atika Thahira dengan nilai 3,92 masa studi 3 tahun 5 bulan. ”Insya Allah saya akan kembali kuliah untuk meraih mimpi ingin menjadi dosen,” tegasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here