Atlet Hapkido Kepri Berjaya di Kejurnas

0
126
Atlet Kepri dan atlet Hapkido dari daerah lainnya mengikuti pembukaan Kejurnas Hapkido di Jakarta, Minggu (16/9). f-istimewa

JAKARTA – Atlet Hapkido Kepri berjaya di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hapkido. Kejurnas yang dibuka langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, di Mahaka Square, Kelapa Gading Jakarta, Minggu (16/9).

Kejurnas ini diikuti 242 peserta dan didampingi 50 ofisial dari 23 provinsi yang mengirmkan atletnya untuk bertanding di ajang tersebut. Ada lima nomor kategori yang dipertandingkan. Yakni, Daeryun (bertarung), Hoshinsul (peragaan teknik bela diri Hapkido), Hyung (rangkaian jurus), Nakbop (teknik jatuhan/lompatan), dan Mugisul (teknik senjata).

Hingga Minggu (16/9) pukul 16.00 WIB, kemarin, atlet Kepri sudah meraih 15 medali emas. Emas pertama disumbangkan oleh Christopher, disusul Ryan, Jansen, Jefri, Terania. Sedangkan Hellen Nathania menyumbangkan dua emas.

Dikejurnas ini, Kepri menurunkan 23 atlet, baik kadet, junior dan senior. Atlet Kepri yang diturunkan mendominasi kelas tarung atau daeryun.

Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Hapkido Kepri, Peter, mengatakan hingga pukul 16.00 WIB, kemarin, masih ada 14 nomor yang belum di pertandingkan. Ia berharap, atlet Kepri yang diturunkan bisa meraih 10 medali emas.

”Sudah kita persiapkan dengan baik. Kita tidak memberikan target, tapi kita lihat peta kekutan, kita harapkan bisa membawa 10 medali emas ke Kepri,” kata Peter, saat dihubungi melalui telpon, kemarin.

Sambung dia, Hapkido Kepri sangat dikenal di tingkat nasional. Sebelumnya, di kejuarnas yang sama, Kepri juga membuat kejuatan dengan membawa banyak medali emas.

”Olahraga beladiri ini mulai berkembang pesat di Kepri,” ujarnya.

Sambung dia, olahraga ini masih tergolong baru di Indonesia. Ajang Kejurnas ini menjadi yang ketiga kali setelah dua edisi sebelumnya berlangsung di Yogyakarta.

Kata dia, Hapkido adalah salah satu seni bela diri Korea yang berkembang dengan sangat cepat di Indonesia, sejak resmi dideklarasikan pada tahun 2014. Saat ini sudah berkembang di 28 provinsi di seluruh Indonesia.

Menurutnya, untuk itulah berbagai rangkaian kegiatan telah digelar di Kepri, termasuk di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kepri di Lingga, baru-baru ini.

Ia juga secara kontinu, baik yang bersifat open tournament maupun antara provinsi telah mengirimkan atlet Kepri ke ajan tersebut. Bahkan, pengurus Hapkido pusat, berharap melalui kejurnasi tersebut, salah satu persyaratan penting bagi Hapkido Indonesia untuk mendaftarkan menjadi anggota KONI Pusat. Hapkido sebagai salah satu seni bela diri Korea akhir-akhir ini banyak diminati masyarakat perkotaan, terutama bagi remaja dan orang dewasa.

Kata di, hal ini karena materinya yang sangat kental dengan teknik-teknik bela diri praktisnya dan sifatnya yang hybrid , yaitu memadukan teknik bela diri praktis dengan seni olahraga bela diri.

”Pada kejurnas ini wasit dari beberapa negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Brunei Darussalam,” ujarnya.

Sambung dia, bahkan, utusan dari World Hapkido Martial Arts Federation (WHMAF) Korea, yang memantau perkembangan Hapkido di Indonesia. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here