ATM di Indonesia, Uang Ditarik di Malaysia

0
399
Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara

Pelaku Skimming Internasional Diamankan di Karimun

Nasabah BNI Karimun kaget karena uang ditabungannya mendadak berkurang. Padahal si nasabah tidak menarik uang. Parahnya lagi, uang tabungannya ditarik melalui ATM. Sementara kartu ATM dipegang si nasabah dan tidak melakukan penarikan uang.

KARIMUN – MERASA ada yang ganjil, akhirnya nasabah mendatangi Kantor BNI dan meminta penjelasan dari pihak bank. Untuk melihat dimana uang tersebut ditarik, maka dikeluarkan print out.

Cetak print out tersebut membuat nasabah dan pihak bank sama-sama kaget. Ternyata, uang ditarik di Malaysia sementara si nasabah di Karimun dan memegang ATM-nya sendiri.

Kejadian itu pun dilaporkan ke Polres Karimun. Aksi pelaku skimming (penggandaan ATM) membuat BNI menjadi korban. Ratusan juta rupiah telah ditarik.

Setelah melakukan penyelidikan yang mendalam, akhirnya Satuan Reskrim Polres Karimun berhasil mengamankan dua pelakunya di Hotel Aston Karimun, Minggu (19/8) dini hari kemarin.

Kedua pelaku adalah warga Malaysia yang melakukan pencurian atau pemalsuan dan atau tindak pidana bidang ITE atau TPPU (Skimming). Keduanya bernama Tan Yeh Yong dan Yeap Eng Wei.

”Benar, kami telah melakukan penangkapan terhadap dua orang Warga Negara Malaysia yang merupakan pelaku Tindak Pidana Pencurian dan/atau Pemalsuan dan/atau Tindak Pidana di Bidang ITE dan/atau TPPU (skimming),” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara, Minggu siang.

Ia menjelaskan, kasus skimming ini dilaporkan tanggal 6 Agustus 2018 pukul 21.00 WIB. Diterangkan Lulik, korban dalam hal ini BNI Karimun.

Pada awal Agustus 2018, manajemen BNI Karimun mendapat pengaduan atau komplain dari beberapa nasabah di Karimun bahwa nasabah tidak pernah melakukan transaksi tarik tunai di Malaysia. Namun pada print out buku tabungan nampak transaksi dilakukan di Malaysia. Akhirnya pihak bank melapor ke polisi.

Setelah ditelusuri, ternyata ada orang yang melakukan transaksi di mesin ATM namun menggunakan kartu ATM lain yang berisi data korban/nasabah.

Atas kejadian tersebut, korban dirugikan ratusan juta rupiah dan segera melaporkan kepada divisi skimming BNI pusat di Jakarta Selatan untuk dilaporkan ke pihak kepolisian guna penyelidikan lebih lanjut.

Penangkapan kedua terduga pelaku bermula pada Sabtu malam, Team Opsnal Sat Reskrim Polres Karimun mendapatkan informasi bahwa pelaku tindak pidana pencurian (skimming) sedang melakukan aksinya kembali di wilayah Karimun.

Kemudian tim berkoordinasi dengan anggota pihak BNI Cabang Karimun untuk mengetahui ATM mana saja yang diduga sedang digunakan oleh para pelaku.

Pada Minggu dini hari pukul 01:00 WIB, tim mendeteksi ATM Padimas (depan Hotel Aston) dan kemudian juga berhasil mendapatkan informasi keberadaan terduga pelaku sedang berada di kamar nomor 6615 dan 6605 Hotel Aston Karimun.

Setelah itu, dilakukan penggeledahan kamar dan berhasil mengamankan para pelaku serta sejumlah barang bukti lainnya yang digunakan pelaku untuk menguras uang korban.

Selanjutnya tim melakukan interogasi terhadap kedua pelaku dimana pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan kejahatan skimming terhadap nasabah BNI di Indonesia.

Kedua pelaku menggunakan modus operandi dengan cara memasuki wilayah Indonesia dan memasukan Blank Card ke dalam mesin ATM BNI untuk mengkopi data-data nasabah yang melakukan transaksi di mesin ATM BNI.

Kemudian data itu dipindahkan ke ke ATM My Bank milik pelaku. Setelah itu, mereka pulang ke negaranya dan menguras uang BNI di sana.

Dikarenakan BNI telah memblokir transaksi di luar negri terhadap nasabah yang terindikasi sudah terkopi datanya oleh para pelaku skimming, maka kedua pelaku memasuki wilayah Karimun untuk melakukan transaksi.

Kali ini, aksi mereka diketahui polisi dan berhasil menangkap pelaku. Ada pun barang bukti yang diamankan dari kedua pelaku, berupa dua blank card, bungkus sim, ada Ringgit, bath mata uang Thailand dan uang rupiah, beberapa kartu ATM, resi transaksi, handphone dan barang bukti lainnya.

Modus kejahatan kelompok penguras uang nasabah ini adalah membeli ATM yang sudah digandakan atau di-skimming oleh kelompok hacker. Dengan kartu ATM palsu tersebut, pelaku pun leluasa menguras uang pemilik rekening melalui penarikan tunai, pembelian debet, dan penukaran valuta asing (Valas).

Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu kredit atau debit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu kredit atau debit secara ilegal. Skimming adalah salah satu jenis penipuan yang masuk ke dalam metode phishing.

Pelaku bisa mendapatkan data nomor kartu kredit atau debit korban menggunakan metode sederhana seperti halnya fotokopi, atau metode yang lebih canggih seperti menggunakan perangkat elektronik kecil (skimmer) untuk menggesek kartu lalu menyimpan ratusan nomor kartu kredit korban.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here