Awali dengan Investasi Rp50 Miliar

0
236
BUPATI Bintan H Apri Sujadi bersama Bambang Budi Hendarto menandatangani prasasti peresmian penetasan telur ayam PT Indojaya Agrinusa, disaksikan Anwar Tandiono dan Syamsir Siregar, Kamis (22/8) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

Bupati Resmikan Hatchery PT Indojaya Agrinusa

Bupati Bintan H Apri Sujadi bersama komisaris dan dewan direksi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) meresmikan fasilitas penetasan telur ayam (hatchery) di Jalan Lintas Tembeling, Kelurahan Tembeling Tanjung, Kecamatan Teluk Bintan, Bintan-Kepri, Kamis (22/8). Investasi fasilitas penetasan telur ayam ini diawali dengan modal investasi mencapai Rp50 miliar.

BINTAN – PERESMIAN hatchery yang merupakan ekspansi bisnis PT JAPFA melalui anak usahanya PT Indojaya Agrinusa ini, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi bersama Bambang Budi Hendarto selaku Wakil Direktur Utama PT JAPFA. Disaksikan Syamsir Siregar selaku Presiden Direktur PT JAPFA. Serta pemotogan tumpeng oleh Anwar Tandiono alias Acai selaku Head of Feed Operation unit Medan dan Padang.

Anwar Tandiono menjelaskan, Kepri khususnya di Bintan, merupakan tempat investasi yang paling tepat, untuk usaha hatchery ini. Pihak JAPFA sudah masuk ke Bintan, sejak beberapa waktu lalu. Dalam proses penanaman investasi hatchery ini, tidak ada kendala.

”Kami punya tanggung jawab untuk meningkatkan produksi di Kepri. Dan membantu peternak lokal dan menyediakan anak ayam broiler. Jadi, tak mesti lagi peternak di Kepri, mendatangkan anak ayam dari Medan atau Pekanbaru, yang mabuk akibat naik kapal itu,” ujar Anwas Tandiono.

Dengan berdirinya hatchery yang dijalankan unit usaha JAPFA melalui PT Indojaya Agrinusa ini, peternak lokal akan bermitra dan mudah mendapatkan bibit ayam yang berkualitas, serta efisien dalam segi waktu.

Kemudian, potensi produksi hatchery PT Indojaya Agrinusa untuk wilayah Kepri, sebut Anwar Tandiono, sangat besar. Karena, akan bermitra dengan peternak lokal di Bintan, Batam, Tanjungpinang, Dabo-Singkep, hingga ke Natuna. Kemudian, pasar untuk produksi ini bisa memenuhi permintaan kawasan pariwisata dan industri yang ada. Seperti di Lagoi dan KEK untuk wilayah Bintan saja.

”Target kami dalam produksi hatchery ini, Kepri bisa swadaya daging ayam dan telur. Jadi, tak perlu lagi mendatangkan dari luar daerah lain. Ini baru tahap awal. Selanjutnya, kami akan kembangkan dalam breeding farm, sampai dengan pemotongan ayam,” jelasnya.

”Nah, investasi awal ini Rp50 miliar. Kalau sudah masuk breeding farm, investasi yang kami tanam bisa dua kali lipat. Ada tambahan lebih dari Rp100 miliar lagi. Untuk pekerja, 80 persen kita berdaya masyarakat tempatan,” sambungnya.

Presiden Komisaris PT JAPFA Syamsir Siregar mengatakan, PT Indojaya Agrinusa merupakan anak perusahaan PT JAPFA, yang bergerak di bidang agri-food terbesar dan ter-integritas di Indonesia. Unit bisnis utama perusahaan ini yakni pembuatan pakan ternak, pembibitan ayam, pengolahan unggas serta pembudidayaan pertanian.

Pengembangan usaha ini tentunya memerlukan dukungan pemerintah setempat. Selain itu, tentunya perusahaan akan mendukung kebutuhan pakan ternak atau daging ayam yang diperlukan. Khususnya di Kabupaten Bintan, atau di Kepri pada umumnya.

”Kami senang, di Bintan ini aman. Dan kerja sama masyarakat, sangat baik. Cuma kebakaran saja yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” tambah Syamsir Siregar, yang juga dibenarkan oleh Antonius Harmanto selalu Deputy COO Poultry Divison PT JAPFA.

Bupati dan jajaran komisaris PT JAPFA menekan tombol peresmian hatchery PT Indojaya Agrinusa, Kamis (22/8) kemarin.

Bupati Bintan H Apri Sujadi memberikan apresiasi terhadap kinerja PT JAPFA yang telah memilih Kabupaten Bintan, untuk menanamkan investasi di bidang peternakan ini, mencapai Rp50 miliar pada tahap awal. Proses investasi perusahaan ini sangat cepat. Mulai dari pengajuan pendidirian pada tahun 2018, hingga tahun 2019 sudah diresmikan.

Peluang pengembangan investasi dari unit usaha PT JAPFA ini, sangat besar. Di Bintan punya kawasan investasi pariwisata Lagoi dan industri KEK Galang Batang. Untuk kawasan pariwisata saja, sudah mencapai 1,5 juta kunjungan. Belum lagi masyarakat Bintan.

”Di Bintan saja, sudah banyak potensi untuk pasar produksi ini. Apalagi di Kepri, sangat besar,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut H Apri Sujadi, investasi PT Indojaya Agrinusa ini bakal dikembangkan lagi pada tahun mendatang. Ini menjadi peluang kerja bagi masyarakat Bintan.

”Di awal ini saja, 80 persen pekerjanya masyarakat lokal, di sekitar kawasan investasi ini. Selanjutnya, pihak perusahaan akan mengembangkan usaha, dengan mencari lokasi lain. Ini sudah jelas akan memberikan peluang kerja bagi masyarakat Bintan, di luar tenaga teknis,” jelas H Apri Sujadi.

”Mari kita dukung bersama investasi ini. Yang jelas, mereka sudah berinvestasi taat aturan atau regulasi yang ada. Kita mesti bantu untuk kemudahan investasi ini,” sambung bupati. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here