Awalnya dari Menyulam Akar Kayu

0
1002
GELANG TALI: Riyan sang pengerajin gelang tali di konter jualannya. f-yoan/tanjungpinang pos

Gelang Tali Tembus Pasar Dunia

Sepintas, produk kreatif dari anyaman tali sedemikian rupa ini tampak sepele. Namun, harganya bikin geleng-geleng kepala. Meskipun demikian, produk anyaman tali ini sudah menjadi primadona di luar negeri.

TANJUNGPINANG – Ruangan yang terletak di deretan ruko depan supermarket Ramayana itu sebenarnya adalah kamar kos-kosan yang sudah disulap menjadi galeri dari produk buatan tangan. Tali adalah bahan pokok yang menjadi 99 persen bagian dari produk ini, meski sisanya adalah aksesoris pelengkap guna mempercantik produk hasil dari akar hutan store. Adalah Riyan Hidayat, pemuda yang belum genap 30 tahun ini sebagai penggagas sekaligus owner aneka macam gelang bracelet yang menjadi trend fashion anak muda kekinian.

Berbeda dengan usaha lainnya, usaha Riyan ini hanya memakan tempat tidak lebih dari seukuran kamar tidur, namun untuk masalah pasar, produknya sudah menjadi primadona hingga ke negara empat musim. ”Alhamdulillah, sekarang sudah puluhan juta dihasilkan dari produk ini, meskipun di awal-awal sempat kelimpungan juga jualnya,” kata mantan pemain skateboard Tanjungpinang ini.

Baca Juga :  Tinjau Hasil TMMD, Brigjen TNI Joko Datang ke Pasir Panjang

Dari segi basic, Riyan merupakan sosok pemuda alumni SMKN 1 jurusan mesin, namun keahliannya menyulam tali melebihi dari kemampuan anak gadis yang sehobi dengannya. ”Awalnya memang hobi, saya suka menjelajah gunung, akar-akar di hutan saya anyam jadiin gelang buat buah tangan kawan-kawan, itulah asal mula nama akar Hutan Store, karena sejarahnya memang dari akar hutan beneran,” bebernya berkisah.

Terdapat puluhan model anyaman gelang yang dihasilkannya. Harganya juga variatif, dari mulai Rp 10 ribu hingga Rp 700 ribu. Anehnya semakin mahal harganya justru semakin digilai oleh pecinta bracelet dunia. ”Jualannya kita melalui instagram dan sudah pernah mengirim lintas negara maupun benua. Untuk skala pengerajin bracelet dunia, akar hutan menjadi salah satu yang cukup disegani, itulah kebanggan saya,” ungkapnya.

Meski sempat diprotes sang istri lantaran rela meletakkan jabatan manager di salah satu perusahaan tempatnya bekerja, Riyan mengaku optimis dan tawakal kepada Tuhan dalam mencari nafkah yang sesuai dengan hobinya. ”Awalnya saya editor foto, film, kameramen dan lain-lain. Tetapi hasil karya tidak sebanding dengan harga, baru di sini inilah (Akar Hutan, red) saya bisa menghargai karya saya dengan angka yang pantas,” ujarnya terang-terangan.

Baca Juga :  Retribusi Lego Jangkar Tak Jelas

Diakuinya, tiga bulan pertama, pendapatan jualan jauh dari angka harapan, syukurnya terbantukan dengan teknologi jejaring sosial yang hingga memasuki tahun kedua akar hutan sudah mampu meraup untung puluhan juta. ”Saya cinta mati sama bracelet, jadi kalaupun ada tawaran kerja dengan gaji Rp 5 juta atau lebih, maka dengan hormat saya menolaknya jika harus meninggalkan hobi saya,” katanya.

Tali yang digunakan ayah satu anak ini bukanlah sembarangan. Meski memiliki corak yang menarik, namun tali bracelet yang dipakainya merajut sengaja diimpor dari Amerika dengan standar militer. Bahkan Riyan menjelaskan untuk tali diameter 4 milimeter saja sudah mampu menampung beban lebih dari 300 kilo.

”Sebenarnya ini adalah aksesorier para petualang. Kegunaannya multifungsi sama seperti tali putih yang ada di seragam Pramuka. Namun seiring waktu, bracelet ini menjadi idola pelengkap fashion kaum muda. Makanya bisa tenar hingga sekarang,” kata dia.

Baca Juga :  40 PAW Anggota DPRD Kota Malang Dilantik

Pelanggan yang memakai produk akar hutan ini juga bukan sembarangan, dimulai dari kelas bawah usia remaja puber hingga sepangkat jendral keamananpun sudah memesan produknya, terutama jenis tali jam berbahan anyaman tali. Sejak mulai berdiri hingga detik ini, sang owner mengaku tidak tergantung dengan belas kasihan pemerintah, jatuh bangun yang dialaminya murni dari rezeki hasil tetes keringatnya.

Tidak tanggung-tanggung, akar hutan yang menjadi brand produk bracelet satu-satunya di Kepulauan Riau ini mengaku akan mengembangkan sayap secara fisik di luar negeri. ”Jika selama ini, produknya saja yang sudah sampai ke luar negeri, maka mimpi saya ke depan adalah etalase berikut dengan produknya bisa nangkring di mall luar negeri, doakan saja ya bro,” pintanya yang saat ini sudah mengembangkan produk selain gelang, seperti kalung, tas mini rajutan, hingga kepada ayunan rajutan sebagai tempat istirahat yang berjiwa petualang.(YOAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here