Awalnya Pantau Gas Kini PGNCom Bantu Industri

0
818
PASANG JARINGAN: Petugas saat memasang jaringan Gasnet di server PGN dan di sekolah Nabila di Batam. f-martua/tanjungpinang pos

Internet Berbasis Kecepatan

Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui PGN Communication (PGNCom) dengan branding-nya Gasnet, memasuki bisnis internet. Awalnya, tujuan kehadiran Gasnet untuk menjaga kehandalan layanan gas dengan mengontrol pasokan gas ke pelanggan, termasuk ke Singapura.

Batam – GASNET, kini sudah bisa dinikmati industri, penyedia layanan internet, berbasis kecepatan.

Diungkapkan Manager Regional PGN Communication (PGNCom) Batam, Haryono,beberapa waktu lalu di Batam,pemenuhan kebutuhan industri Batam kini tidak hanya dibantu PT PGN melalui kuota gas.

Perusahaan pelat merah ini juga membantu industri di perbatasan dengan Singapura,lewat akses internet berkecepatan tinggi dan stabil.

”Kami menyediakan internet cepat dan stabil. Kami menjual didasarkan kecepatan, bukan kuota. Kalau kuota, kami berikan unlimited,” bebernya.

Saat ini diakui, sekitar 40 pelanggan dari industri dan non industri dengan tarif minimum Rp 500 ribu per bulan di Batam.

”Sekarang pelanggan Gasnet sudah 40-an. Pelanggan industri,seperti di Mukakuning dan toko-toko. Tapi akhir tahun ini kita akan masuk ke rumah-rumah,” ungkap Haryono, terkait rencana program mereka ke depan.

Pelanggan Gasnet di Batam, saat ini ada juga di gedung Sumatera Promotion Centre (SPC) yang akan diresmikan Presiden RI, Joko Widodo awal Desember 2017, sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP) di Batam.

Selain itu, pelanggannya ada di kawasan industri Kabil, industri Bosowa,Tanjung Bebam, Industri Panbil Mukakuning.

”Beda dengan operator internet lain yang membatasi kuota. Jadi kalau kita, kuota bisa dipakai men-download berapa pun film, tidak masalah,” imbuhnya.

Diakui, untuk industri dan toko atau Usaha Kecil Menengah (UKM), biaya berlangganan sekitar Rp 500 ribu per bulan. Dimana, langganan dengan biaya berbeda ditentukan kecepatan yang diterima.

”Minimal Rp 500 ribu per bulan dan pelanggan mendapat internet kencang. Jadi penggunaan kita sistem kecepatan, bukan kuota. Kalau kuota, kita unlimited,” sambungnya.

Terkait dengan keberadaan bisnis internet ini, Haryono mengakui,awalnya tidak lepas dari kebutuhan PGN. Dimana,PGN membutuhkan internet berkecepatan tinggi dengan kuota memadai, dalam mengontrol pasokan gas dari Batam. Dimana, untuk jaringan gas internasional, ada di Batam.

”Hub internasional,khususnya Asia, ada di Batam. Kita harus menjaga internet tetap stabil dan tidak pernah mati, agar bisa menyuplai gas Indonesia, termasuk ke Singapura. Karena kalau mati, kita tidak bisa mendata penggunaan gas Singapura,” ceritanya.

Salah seorang supervisor industri elektronik di Mukakuning, Tigor Wanda mengungkapkan pengalaman mereka menggunakan layanan internet dari Gasnet atau PGNCom.
Dengan internet cepat, mereka dengan mudah mengirim dokumen produksi dari perusahaan tempatnya kerja di Batam ke perusahaan induk di Singapura.

”Saat menerima dokumen orderan, kita juga cepat men-download. Jadi sangat membantu kita. Kalau biaya langganan, kurang tahu,” kata Tigor yang minta nama perusahaannya tidak diungkap,karena alasan belum ada izin perusahaan.

Sementara Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat mengatakan, dulu sudah dibangun fiber optik Batam, untuk mengontrol gas yang dari Indonesia ke Singapura.

Mereka kemudian menyediakan internet dengan kapasitas besar,agar Singapura tidak kecewa dengan pelayanan PGN atas distribusi gas. Layanan internet disiapkan PGN untuk korporat dan retail melalui Gas Communication (PGNCom) dengan nama layanan, Gasnet.

”Kita menggunakan kapasitas besar agar negara tetangga tidak kecewa. Tapi kita tidak gunakan semua kuota, sehingga kita distribusikan pihak lain. Jadi yang di Batam, kalau butuh internet, bisa menghubungi kita,” imbau Amin.

Sejumlah pelanggan mereka selain industri, ada juga perusahaan seperti perusahaan media, Batam Pos. Ada juga perusahaan penyedia layanan websitus seperti Supranet. ”Layanan itu kami beri nama gas net dengan internetnya kuota bisa mencapai 560 GB,” bebernya.

Menurut Haryono, instalasi internet broadband dari Gasnet melalui PGNCom, menggunakan jaringan fiber optik yang sudah dimiliki PGN.Menyambung dari Batam sampai ke Singapura. Total panjang ringnya untuk dua jalur lebih kurang 208 kilometer.

”Sekarang, Gasnet menjadi perusahaan penyedia solusi teknologi berbasis internet dengan kecepatan dan kehandalan layanan yang terpercaya di Indonesia,” imbuhnya dengan nada optimis.

Selain di Batam, jaringan fiber optik yang dimiliki PGN juga sudah menyebar ke beberapa kota lainnya di Indonesia. Seperti Jambi, Lampung, Palembang, Bojonegoro, dan Jakarta.

Pelanggan internetnya mencakup universitasuniversitas unggulan. Sebut saja Universitas Sriwijaya (Unsri). Total panjang jaringan fiber optik yang sudah terpasang dari Singapura ke Batam, Jambi, Lampung, Palembang, Bojonegoro, Jakarta, lebih kurang 1.500 Km.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here