Awe Larang OPD Rekrut PTT dan THL

0
612
BUPATI Lingga H Alias Wello saat memimpin apel pagi di Halaman Kantor Bupati Lingga, Senin (15/1) kemarin. F-TENGKU IRWANSYAH/tanjungpinang pos

LINGGA – Bupati Kabupaten Lingga H Alias Wello menilai pentingnya meningkatkan profesionalisme pegawai dalam bekerja.

Selain dengan program pelatihan, perekrutan PTT dan THL juga harus dilakukan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani kepegawaian yakni Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

”OPD tidak saya benarkan melakukan perekrutan secara diam-diam baik PTT maupun THL. Sekali lagi saya tegaskan, OPD lain tidak boleh melakukan perekrutan tanpa izin. Rekrutmen pegawai semuanya harus melalui pintu BKPP, dan hal ini tidak ada toleransi. Ini untuk meningkatkan profesionalisme pegawai,” kata pria yang akrab disapa Awe ini, saat apel bsrsama di halaman Kantor Bupati Lingga, Senin (15/1).

Awe menjelaskan, uji kompetensi yang dilakukan melalui BKPP terhadap THL dan PTT bukan hanya sebuah formalitas kerja. Uji kompetensi adalah, sebuah kebutuhan yang harus dilakukan untuk mengetahui jumlah kebutuhan dan kompetensi yang dimiliki.

”Uji kompetensi kita lakukan untuk mengetahui kualitas pegawai, dan untuk menyesuaikan kebutuhan. Jika ada OPD yang kekurangan pegawai, akan kita isi dengan OPD yang kelebihan pegawai ini,” kata Awe.

Untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai ke depannya, lanjut Awe, maka para pegawai Pemkab Lingga akan menggunakan fitur finger print agar tidak ada pegawai yang melakuan penitipan absen.

Selain itu, apresiasi juga akan diberikan kepada OPD yang kedisiplinan terbaik dan sebaliknya OPD yang bermain dengan absen akan diberikan sanksi tegas.

”Bagi OPD yang mendapatkan kedisiplinan yang baik maka, akan kita beri apresiasi. Kemudian, apabila ada kecurangan dalam absensi, akan diberikan sanksi yang tegas,” tegasnya.

Dalam upacara tersebut, Awe yang menjadi pembina pada apel mengumpulkan para pegawai yang beberapa waktu lalu tidak mengikuti apel akhir tahun 2017 dan apel awal tahun 2018.

Pada pegawai yang tidak hadir kemudian diberikan sanksi, yakni berupa pemotongan uang makan dan Surat Peringatan Satu (SP1). ”Sanksi ini diberlakukan agar seluruh Pegawai yang bekerja di Pemkab Lingga lebih disiplin lagi dalam bekerja,” imbuhnya. (tir)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here