Awe Peringatkan BPN Terkait PT CSA

0
358
H Alias Wello

Bupati Lingga H Alias Wello mengingatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepri untuk tidak gegabah memperoses permohonan Hak Guna Usaha (HGU) PT Citra Sugi Aditya (CSA) di atas lahan seluas 62.946.991 M2.

TANJUNGPINANG – Lahan itu terletak di sembilan desa yang ada di Kecamatan Lingga Utara dan Kecamatan Lingga Timur. Pasalnya, direksi dan komisaris PT CSA yakni Wilson Taniono dan Tri Supritoyo yang mengajukan permohonan HGU ke kantor wilayah BPN Kepri sedang dalam proses hukum di Bareskrim Polri.

Pihak Bareskrim Polri sedang menyelidiki, karena adanya laporan dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen dan akta otentik oleh Joen Kie sebagai direktur dan pemilik saham PT CSA yang sah. ”Sebagai bagian dari anggota panitia B, saya hanya mengingatkan agar BPN tidak gegabah memproses HGU PT CSA ini. Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan di Bareskrim Polri. Bukan malah seperti kejar target dan mengabaikan aspek hukumnya,” tegas Awe, sapaan akrab Bupati Lingga, Sabtu (7/4).

Hal yang sama juga diungkapkan Kuasa Hukum Joen Kie, Nusirwan. Ia mengaku heran dengan sikap Kepala Kantor Wilayah BPN Kepri Syafriman yang tetap ngotot memproses permohonan HGU PT CSA.

Padahal, ia sudah dua kali melayangkan somasi terkait legalitas dan kapasitas hukum direksi dan komisaris PT CSA yang mengurus dan menandatangani permohonan HGU tersebut.

”Saya betul-betul heran. Ada apa dengan Kakanwil BPN Kepri ini. Bupati Lingga sebagai kepala daerah, dan anggota panitia B yang bertugas melakukan sidang pemeriksaan tanah sudah tak digubris pendapatnya,” tanya Nusirwan.

Menurut dia, kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen dan akta otentik PT CSA yang dilaporkan kliennya ke Bareskrim Polri Nomor : TBL/ 232/ III/ 2018/ Bareskrim, tanggal 2 Maret 2018, dipicu oleh munculnya Akta Berita Acara Rapat Umum Luar Biasa Para Pemegang Saham (RUPS) PT CSA Nomor : 04 tanggal 8 November 2004 di Notaris Aprisanti, SH di Tanjungpinang.

”Tanpa melibatkan kliennya, Joen Kie sebagai direktur dan pemegang saham yang sah,” jelas Nusirwan.

Para terlapor yakni Tri Supritoyo dan Arlis Gazali diduga bersekongkol dengan oknum notaris, untuk mengubah susunan direksi, komisaris dan pemegang saham PT CSA dengan menempatkan M Ibrahim Trisdiarto sebagai direkur utama dengan saham 100 persen. Sementara, Arlis Gazali sebagai direkur tanpa saham dan Tri Supritoyo sebagai komisaris. Keduanya bukan direksi, komisaris pemegang saham. Tapi, mereka bisa merekayasa RUPS.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here