Awe: Tantangan Memimpin Lingga Multi Kompleks

0
456
Bupati Lingga H. Alias Wello dan Wakil Bupati, M Nizar saat diskusi bersama tokoh maayarakat, OPD dalam rangka memperingati satu tahun kepemimpinan Awe-Nizar di halaman Kantor Bupati, Daik, Sabtu (18/2). f-tengku/tanjungpinang pos

Setahun Kinerja Awe-Nizar

Lingga – Pada Februari 2017 lalu, genap satu tahun kepemimpinan H Alias Wello dan Mihammad Nizar (Awe-Nizar) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lingga.

Pasang surut keberhasilan program yang dijalankan tidak membuat kedua pemimpin ini putus asa. Kritik dan saran dari seluruh elemen masyarakat Lingga ditampung dalam peringatan satu tahun kepemimpinan Awe-Nizar di daerah yang memiliki banyak keterbatasan diberbagai bidang.

Keterbatasan sarana, anggaran dan sumber daya manusia menjadi tantangan tersendiri bagi Bupati Lingga, Alias Wello untuk membawa daerah ini menjadi daerah maju sesuai tagline kampanye yang diusung menuju Lingga terbilang 2020.

”Tantangan memimpin Lingga ini multi kompleks hingga membutuhkan kesabaran, pemahaman dan kerja keras agar dapat mencapai tujuan yang diusung dalam visi misi,” kata Alias Wello saat peringatan satu tahun kepimoinan Awe-Nizar di halaman Kantor Bupati Lingga, Daik, Sabtu (18/2), malam.

Sejak diberikan amanah menjadi Bupati Lingga, Awe telah berjanji untuk mencurahkan seluruh tenaga dan fikiran untuk mengelola potensi yang dimiliki Kabupaten Lingga.

Meski pada perayaan satu tahun ini masih ada beberapa janji politik yang belum dituntaskan, namun berbagai program perioritas dan program unggulan yang diusung dalam kampanye sudah mulai menunjukan hasil yang baik.

Program cetak sawah yang dilakukan tanpa mengunakan APBD Lingga terbukti telah mencuri perhatian pemerintah pusat. Melalui Kementerian Pertanian tahun 2017, Kabupaten Lingga mendapatkan alokasi pembukaan percetakan sawah seluas 3000 hektar.

Program percetakan sawah yang diperoleh ini adalah terbesar yang pernah diberikan Kementrian pertanian untuk Kabupaten dengan letak geografis kepulauan.

”Kabupaten Lingga juga masuk dalam peta daerah yang menjadi andalan untuk program jetahanan pangan di Indonesia,” kata Awe.

Berbagai program unggulan yang dikatakan dalam kampanye diuraikan Alias Wello selama sekitas dua jam yang dilanjutkan dengan dialog dengan masyarakat dan Kepala Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) di Kabupaten Lingga.

”Selain beberapa program yang sudah dijalankan, saya juga minta maaf karena masih ada beberapa program yang belum dapat dijalankan. Program pemekaran Kecamatan Senayang, program peningkatan produksi sagu dan program investasi yang belum maksimal menjadi utang saya untuk segera dituntas,” kata Awe.

Keterbataaan anggaran, sarana dan prasarana adalah satu di antaranya yang membuat beberapa program yang diusung belum dapat dilakukan.

”Seperti pengokahan sagu. Sebenarnya kita susah pernah jajaki untuk pemasaran sagu Lingga yabg terkenal dengan kualitas nomor satu. Namun jumlah permintaan dari perusahaan yang membutihkan sangat besar dan tidak mungkin dipenuhi para pengelokaa sagu di Lingga yang produksinya masih tradisional. Kami akan cari cara bagaimana produksi sagu masyarakat akan meningkat,” imbuhnya.(Tengku)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here