Ayah Tewas Dipukuli Anak Sendiri

0
649
Jajaran Polsek Bintan Timur mengevakuasi jenazah Bong Ji Kieong dari rumahnya, Senin (12/3) siang. f-jendaras/tanjungpinang pos

Bong Ji Kieong Bersimbah Darah Dihantam Pakai Broti

Bong Ji Kieong (70), warga Jalan Rahayu, Kampung Barek Motor, Kelurahan Kijang Kota, Bintan Timur seketika bersimbah darah. Ia tumbang lalu tewas dalam posisi telengkup, Senin (12/3) pagi kemarin.

BINTAN – Dalam seketika sang kakek meninggal, setelah mendapat hantaman dari anaknya dengan kursi dan kayu broti. Kejadian anak bunuh ayah ini pun menghebohkan pun warga Kijang sekitarnya.

Belum tahu apa sebabnya, Akun (28) yang biasa disapa Ahi ini tiba-tiba mengamuk, Minggu (11/3) malam hingga Senin (12/3) dini hari. Kaca bagian belakang taksi milik ayahnya, Bong Ji Kieong yang sering disapa Ahui ini hancur.

Orangtua di rumah tersebut hanya diam. Mereka seperti memaklumi nasib anaknya, yang menderita gangguan jiwa akhir-akhir ini. Bahkan, Akun sudah beberapa kali mendapat perawatan medis.

Melihat anaknya Akun mengamuk, Bong Ji Kieong melapor ke polisi. Aparat pun tiba di rumah Bong Ji Kieong dan menghubungi pihak Kesra pemerintah Kecamatan Bintan Timur, agar Akun dibawa ke RSUD Bintan. Sekitar pukul 07.45, Akun dibawa ke RSUD Bintan dengan tangan diborgol, untuk diberikan pengobatan, Senin (12/3) pagi kemarin.

Akun diberikan satu suntikan dengan dosis standar. Namun, Akun yang sudah lepas dari ikatan ini langsung kabur. Suntikan penenang jiwa sepertinya belum bereaksi. Akun kabur dari RSUD dan kembali ke rumahnya.

Di rumah, Akun (28) tiba-tiba marah dan mengamuk. Pria yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut menganiaya sang ayah dengan kayu broti. Akibatnya sang ayah mengalami luka di sekujur tubuhnya dan paling parah luka di bagian kepala belakang.

Dalam seketika, Bong Ji Kieong terkapar dan meregang nyawa di rumahnya. Pria yang menjadi pelaku usaha sewa taksi ini, tewas di tangan anak kandungnya sendiri, setelah tumbang dan bersimbah darah.

Sitra, seorang tetangga pelaku yang hanya berjarak 15 meter dari rumah pelaku mengatakan, peristiwa nahas tersebut terjadi pada pukul 07.00 WIB. Pelaku yang masuk ke dalam rumah langsung menganiaya ayahnya yang sudah tua renta. Peristiwa tersebut juga disaksikan sang ibu yang saat itu sedang sakit dan tak berdaya membela sang suami dianiaya anak buah hati mereka. ”Ya tadi pagi ribut-ribut. Sebelumya dinihari juga ribut, dia sesama keluarganya kelahi, itu mobil dipecah kacanya, jendela rumahnya juga. Cuma pagi tadi kami tak mengira jika ayahnya dianiaya,” katanya.

Saat ditanya apakah sering terjadi keributan, Sitra mengiyakan, menurutnya beberapa kali pernah terdengar ribut-ribut di keluarga mereka.

Sementara itu, Herman kakak pelaku mengatakan adiknya sering marah dan memukul dirinya tanpa ada pemicu yang jelas. Dikatakannya, tiba-tiba dirinya kerap menjadi sasaran kemarahan adik kandungnya beberapa kali. ”Tadi dinihari dia pukul saya, dia rusak mobil dan kaca jendela. Jadi saya lapor polisi dan dia dibawa ke RSUD. Namun pas saya pulang ke rumah dia sudah menganiaya ayah saya,” katanya.

Pria yang bekerja sebagai guru les ini menyebutkan, adiknya tersebut kerap berperilaku tempramental terhadap keluarga. ”Gak tahu saya kenapa dia begitu,” ujar pria berkacamata itu.

Usai mengamuk, pelaku duduk tak jauh dari rumah. Tak lama, anggota kepolisian mengamankan pelaku dan membawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan di Kijang.

Kapolsek Bintan Timur AKP Abdul Rahman mengatakan, kejadian sekitar pukul 06.00 sampai dengan sekitar pukul 07.00. Sebelum kejadian itu, sekitar pukul 02.00 sampai dengan sekitar pukul 03.00, pelaku mengamuk. Lalu pelaku diamankan anggota Polsek Bintan Timur dan dibawa ke rumah sakit. Karena masih mengamuk dan tidak terkendali di rumah sakit, petugas medis melakukan tindakan medis berupa suntik obat penenang.

”Mungkin tali ikatannya lepas, pelaku kemudian balik ke rumahnya dan melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dari bapak kandungnya,” kata dia.

Untuk sementara, berdasarkan investigasi pihaknya, kata Kapolsek, pelaku menghabisi nyawa korban dengan balok kayu. Namun pihaknya masih mendalami hal itu dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

Saat ditanya apakah pelaku mengidap gangguan jiwa, Abdul Rahman belum dapat memastikan hal tersebut. Namun, menurutnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dokter ahli jiwa untuk memastikan kondisi pelaku.

Adi, warga Kijang yang turut membawa pelaku ke RSUD sebelum membunuh ayahnya mengatakan, pelaku yang dibawa mengalami gangguan. ”Gangguan apa itu saya tidak tahu, dia seperti kesurupan dan mengaku sebagai raja jin sebelum dibawa masuk ke RSUD Bintan,” katanya.(YENDI-JENDARAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here