Ayo, Beri Kemudahan ke Wajib Pajak yang Nunggak

0
323
Suasana di kantor Samsat Tanjungpinang beberapa waktu lalu. f-raymon/tanjungpinang pos

Banyak kendaraan yang sudah lama habis pajaknya, namun tak mau bayar saat ekonomi sulit ini. Apa upaya pemda untuk memberi solusi. Ekonomi sulit bukan kehendak kami. Ini bertanda pemerintah yang tak serius menata pemerintahan. Kini kami dihadapkan oleh pajak yang nunggak di antaranya pajak kendaraan. Kami ingin menjadi orang bijak tapi tolong kasih kami kemudahan dan kemurahan.
089671284874

TANGGAPAN:
Memang niat masyarakat untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih rendah hingga terjadi tunggakan pajak, termasuk pajak kendaraan. Karena itu, Pemprov Kepri akan menerapkan pemutihan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang tujuannya untuk meringankan beban pemilik kendaraan yang menunggak pajak.

Rencana pemutihan denda pajak kendaraan, akan segera dilakukan di setiap kantor Samsat di Kepri. Saya cukup lama bergelut mengatasi persoalan banyaknya warga yang nunggak pajak kendaraan. Program pemutihan denda yang pernah dilakukan cukup berhasil saat diterapkan. Ini sudah beberapa kali dilakukan di Kepri dan mampu meningkatkan PAD Kepri.

Saya sangat setuju dan kalau hal itu dilakukan dengan baik maka hasilnya baik. Secara otomatis, masyarakat akan membayar pajaknya karena dendanya dihapus. Tapi memang, kebijakan tersebut tidak bisa dilakukan setiap tahun.

Potensi Pendapatan Asli Daerah Kepri saat ini masih rendah, walaupun akan meningkat namun tidak akan siknifikan. Untuk bisa meningkat drastis perlu ada terobosan-terobosan barud an kemudahan-kemudahan yang diberikan. Ini sedang kita pikirkan. Selain itu kita akan berupaya menggali potensi baru sebagai sumber PAD. Jika ini tidak kita lakukan maka PAD akan semakin kecil sementara biaya semakin besar maka tidak menutup kemungkinan Provinsi Kepri akan kolaps atau APBD terjun bebas. Jadi sudah saya sampaikan itu di berbagai pertemuan.

Turunnya pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kepri juga akibat minimnya lapangan kerja, sehingga banyak yang menganggur. Masyarakat pengangguran tentu tidak akan mampu lagi membayar pajak, sementara biaya hidup harus mereka penuhi. Selain itu, rendahnya pertumbuhan ekonomi masyarakat membuat tingkat belanja masyarakat Kepri rendah. (ais)

H Isdianto
Wakil Gubernur Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here