Ayo bersih Bersih

0
640
Piada Adipura: H Lis Darmansyah memegang Piada Adipura didampingi Bupati Karimun Aunur Rafiq. f-istimewa

MBS Tiade sampah yg tak dapat di bersih kan selagi kite paduli pade lingkungan kite dan tak merase malu untuk membuang nye jike kite melihat sampah di sepanjang jalan MARI LAH KITE PEDULI AKAN LINGKUNGAN KITE agar daerah kite bersih dari sampah yg merusah pandangan dan ke indahan mari kite bahu membahu untuk menjage ke indahan Kampung dan Kote kite dari sampah yg mengotori.. Buang Lah Sampah Pade Tempat Nye..
+6281270388248

Pelantar Minim Tong Sampah
MBS Kepada dinas yang terikat, tolong dijalan tambak disediakan tong sampah sehingga tidak mengotori jalan. Terima kasih.
+6287894491313

Pasang Jaring Sampah
MBS saran untuk pak wako tpi, untuk mengatasi pembuangan sampah rumah tangga di laut sebaiknya tiap rumah/ tempat usaha yg di atas laut diberi pagar jaring masing2 agar sampah tidak hanyut ke laut dan penghuni bertanggung jawab terhadap kebersihan di lingkungan sendiri demikian juga area pasar.tks
+6285264194449

Gedung Gongong Mulai Jorok
MBS Taman tepi laut dan gedung gongong sudah selesai dibagun dgn biaya tdk sedikit yg dikeluarkan pemko tg Pinang Kemudian yg sangat disayangkan penyakit masyarakat tdk peduli dgn kebersihan dimana mana sampah berserakan begitu juga gedung gonggong dinding kaca nya jorok penuh dgn bercak tapak tangan seharusnya Pemkot kerahkanlah pegawai kebersihan guna mengawasi taman den gedung gonggong jgn jadi budaya sanggup membangung tapi tak sanggub memeliharanya.
+6281314992494

TANGGAPAN:
Alhamdulillah kita menerima kembali Adipura untuk yang ke-13 kalinya. Tapi, bukan berarti tidak ada sampah lagi di Tanjungpinang. Di negara maju termasuk daerah penerima Adipura, mengalami hal yang sama. Yakni, masih ditemukan sampah-sampah, bukan pada tempatnya. Pemerintah telah menerapkan denda bagi warga yang membuat sampah. Pemerintah juga menyediakan tempat pembuangan sampah sementara di komplek-komplek. Sudah ada motor yang megnangkut sampah warga, tapi masih ada oknum warga, yang membuang bukan pada tempatnya.

Baca Juga :  Masih Banyak Desa yang Gelap Gulita

Walaupun kita menerima piala Adipura tapi warga kita masih membuang sampah bukan pada tempatnya, ya begitu-begitu saja kota kita
Untuk sampah di pelantar, kuantitasnya cukup banyak. Ada sekitar 40 ton sampah yang dihasilkan Tanjungpinang. sampah berpuluh-puluh ton sampah tersebut seakan terjebak di segitiga bermuda antara, Tanjungpinang, Penyengat dan Kampung Bugis.

Memang nyatanya, dara di tahun 2016 sudah menunjukkan peningkatan jumlah penduduk yang menembus angka 258,487 jiwa. Atas dasar tersebut juga menambah volume kegiatan jasa, industri dan bisnis di Kota tanjungpinang. Secara faktual peningkatan jumlah penduduk juga memengaruhi peningkatan kuota sampah, saat ini tercatat 1 hari itu sampah laut kita menembus angka 40 ton. Khusus untuk sampah, bahwa di tahun 2016 dari 61,326,04 ton timbulan sampah, hanya sebesar 24,890,17 ton yang mampu terangkut ke TPA. Sementara sisanya belum terkumpulkan.

Baca Juga :  Alhamdulillah, Kita Dah Punya Wagub

Kita tidak bicara ego. Bukan menyalahkan pemerintah provinsi dengan alasan garis mil pantai merupakan hak pemprov, tapi bagusnya kita duduk bersama untuk memuntaskan permasalahan yang sudah berlarut ini. Kita mesti memberangus masalah sampah di Tanjungpinang. Pemko akan menggandeng Pemprov untuk membeli alat yang mampu mengurai sampah menjadi nilai kebermanfaatan yang tinggi. Daripada kita perluas lahan TPA, lebih baik beli alat mendaur ulang sampah. Saya akan suarakan ini ke pemprov dan juga Bintan, karana ini persoalan kita semua. (cr33)

Baca Juga :  Percepat Jembatan Babin

Lis Darmansyah
Walikota Tanjungpinang

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here