Ayo Berwisata ke Kampung Pelangi

0
355
Mantan Kadis Pariwisata Kota Tanjungpinang Reni Yusneli saat meninjau Kampung Pelangi, Batu 5 beberapa waktu lalu. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Kota Tanjungpinang kini memiliki Kampung Pelangi yang tak kalah cantik dengan kampung pelangi di daerah lainnya di Indonesia. Lokasinya berada di Kampung Melayu, Jalan R. E Martadinata, persis sebelum Pelabuhan Sri Payung Km. 6 Tanjungpinang.

Kampung Pelangi atau kampung warna warni, kini sudah menjadi ikon baru pariwisata di Tanjungpinang. Hadirnya kampung pelangi di Tanjungpinang, tidak lepas dari kerja keras mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang, Hj Reni Yusneli. Meskipun ia hanya menjabat 10 bulan sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Tanjungpiang, namun berhasil membuat objek wisata baru di Kota Gurindam.

Saat ini Reni Yusneli menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Kepri. Kampung Melayu ini termasuk kawasan sejarah dan pernah menjadi pusat perdagangan. Kampung Melayu ini dulunya juga kawasan kumuh.

Kini, setelah di cat dengan aneka warna-warni, kawasan di pinggir laut ini menjelma menjadi kampung berwarna dan karya seni mural yang unik dengan cat berwarna cerah menghiasi setiap dinding rumah warga, tembok gang, pagar, bahkan menempel di lantai yang sangat mirip dengan kehidupan nyata.

Ditambah dengan suasana kehidupan masyarakat Melayu pesisir, sehingga menambah keunikan kampung pelangi di Kota Tanjungpinang. Kamis (10/5) lalu, Kampung Melayu telah resmi dinamakan Kampung Pelangi oleh Penjabat Wali Kota Tanjungpinang H. Raja Ariza. Persemian pesona wisata di Kota Tanjungpinang ini ditandai dengan pemotongan pita pada pintu gerbang masuk Kampung Melayu.

Raja Ariza mengatakan kawasan di tepi sungai Kampung Melayu ini cukup bagus dikembangkan sebagai objek wisata di Kota Tanjungpinang.  Tepian sungai ini, termasuk kawasan sejarah, karena dulunya pernah menjadi pusat perdagangan. Tentu, dengan merubah Kampung Melayu menjadi Kampung pelangi di Kota Tanjungpinang akan memberikan peluang dalam peningkatan pendapatan daerah dari sisi pariwisata.

”Kampung Melayu akan menjadi kawasan objek wisata baru di Kota Tanjungpinang untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan ke Kota Tanjungpinang,” tegasnya.

Namun, dirinya mengharapkan kawasan ini bisa dikelola lebih profesional agar benar-benar menjadi sentra pariwisata. Karena itu, ia minta dinas terkait bisa bekerjasama membuat program kegiatan untuk pengembagan kawasan ini, misalnya membuat rumah produksi batik, kerajinan, kuliner, rumah gongong atau lainnya, sehingga kawasan ini tidak saja menjadi destinasi wisata, tapi bisa dijadikan sebagai salah satu sumber peningkatan ekonomi warganya.

”Masyarakat tidak saja diberi bantuan modal untuk usaha, tetapi harus diberi pelatihan sesuai standar, agar produk UKM yang ditawarkan memiliki kualitas serta reka bentuk yang bagus,” tegasnya. Selain itu, katanya, rumah-rumah warga perlu dilakukan penataan, kemudian menambah fasilitas umum, seperti musala, wc komunal, dan fasilitas umum lainnya.

Kedepan, secara bertahap, bisa juga dibangun pelabuhan untuk kapal bersandar, agar wisatawan tidak hanya datang dari darat, tapi bisa melalui laut. Ia mengatakan peran masyarakat juga penting dalam pengembangan kawasan wisata baru di Kota Tanjungpinang, yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan dan merawat hasil pembangunan yang dilakukan pemerintah.

”Mari kita jaga bersama kebersihan dan apa yang sudah dibangun oleh pemerintah. Saya juga mengucapkan terimakasih atas dukungan pihak swasta, pengusaha, BUMN, dan BUMD dalam mewujudkan objek wisata baru di Kota ini, tanpa kerjasama semua pihak, semua ini tidak mungkin kita rasakan,” tegasnya. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Raja Kholidin, menjelaskan bahwa setiap tahun kunjungan wisatawan ke Kota Tanjungpinang semakin meningkat. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here