Ayo Buru Beasiswa

1
2182
Arifin Nasir

Pemprov Siapkan Rp7 Miliar

Warga miskin di Kepri jangan khawatir anaknya putus sekolah. Pemprov Kepri akan memberi beasiswa selagi si anak pintar. Tapi ini khusus SMA dan SMK saja.

DOMPAK – Pemprov Kepri pada 2017 ini mengalokasikan anggaran khusus untuk bantuan pendidikan (beasiswa) sekitar Rp 5 miliar sampai Rp 7 miliar. Nilai itu belum termasuk dana bantuan sosial (Bansos).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pemprov Kepri, Arifin Nasir mengatakan, soal adanya beasiswa ini sudah disampaikan di sekolah-sekolah SMA dan SMK yang dikunjunginya sesuai kewenangan provinsi.

”Saya sudah mengkampanyekan ini. Kalau saya sudah turun ke sekolah-sekolah ke masyarakat, anak-anak yang cerdas orang tuanya tidak mampu segera ajukan proposal untuk beasiswa,” ujar Arifin Nasir, Kamis (27/4).

Bahkan tidak hanya anak kurang mampu, mantan Kadisbud Kepri itu menambahkan Pemprov juga akan menggratiskan anak-anak yang khususnya hafal Alquran 30 juz. Mereka akan disekolahkan ke sekolah ke dokteran sampai tamat.

”Yang tiga juz kita sekolahkan dia di Poltekes. Sudah ada anggarannya kita siapkan,” tambahnya.

Tidak hanya khusus untuk pelajar yang ingin melanjutkan jenjang karir ke perguruan tinggi, dia pun menambahkan, alokasi anggaran pendidikan tersebut juga termasuk untuk guru-guru.

”Program saya, sepuluh persen tiga tahun ke depan guru di Kepri wajib lulusan S-3,” tambahnya.

Begitu pun juga, 10 persen guru-guru yang sudah menyelesaikan S-3 di perguruan tinggi, maka mulai tahun 2018 Disdik Kepri pun menyiapkan anggaran tunjangan akademik untuk prestasinya. Maksimal per orang, Rp 3 juta sampai Rp 5 juta.

”Nah nanti momen Hardiknas, bagi mereka yang sudah siap menyelesaikan pendidikan sampai jenjang doktor, kita berikan lagi Rp 1,5 juta. Se Indonesia saya kira hanya di Kepri yang berani membuat terobosan itu,” tambahnya.

Jadi kembali ia menegaskan, khusus beasiswa untuk mengontrol dan pembagiannya yang efektif dan efisien, maka gubernur Kepri H Nurdin Basirun sudah membentuk ketua tim khususnya.

”Ketua timnya mungkin pak asisten,” tambahnya.

Begitu pun juga, Pemprov telah mengalokasikan anggaran bantuan kepada masyarakat atau mahasiswa yang kurang mampu, sementara masih terkendala dalam hal penyusunan tesis.

”Di Disdik itu ada program kemitraan dan kita ada program bantuan pendidikan, misalnya Anda kuliah di UMRAH mau nyusun Tesis atau skripsi ajukan bantuan pendidikan nanti juga dibantu Rp 3 sampai Rp 5 juta,” tambahnya.

Kemudian bantuan mahasiswa penuh atau bantuan pendidikan dari mendaftar sampai akhir pendidikan. Akan tetapi, program ini, saran pak gubernur, mayoritas hanya berlaku untuk mahasiswa hinterland.

”Mereka kita minta mendalami ilmu kemaritiman,” tambahnya.

Begitu pun mahasiswa Kepri yang berada di luar provinsi Kepri, seperti di Jawa, Pekanbaru serta di Malaysia dan sebagainya.

”Kita sudah dua tahun tidak ada beasiswa. Yang jelas tahun ini pemprov menganggarkan lagi,” tambahnya.

Berbeda dengan Poltekes yang saat ini sudah di khususnya hanya sekitar 30 orang. Mereka akan dibantu biaya pendidikannya penuh oleh Pemprov Kepri. Hanya saja syarat mutlaknya harus hafal Alquran.

”Minimal 3 jus hafal Alquran, satu juz pun tidak apa-apa. Hanya permintaan pak gubernur kuliahnya harus di dalam negeri,” tambahnya demikian.(SUHARDI)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here