Ayo, Dorong Penyengat Masuk Warisan Dunia

0
704
Pulau Penyengat yang kini menjadi salah satu objek wisata budaya andalan di Kepri.f-adly/tanjungpinang pos

Pemko terus berusaha agar Pulau Penyengat masuk dalam daftar warisan budaya dunia. Hingga saat ini, Penyengat belum masuk daftar warisan budaya dunia oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

TANJUNGPINANG – Untuk masuk warisan budaya dunia, Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza mengajukan Ranperda Kawasan Cagar Budaya Pulau Penyengat sebagai wisata budaya Kota Tanjungpinang, Selasa (10/3).

Selain itu Raja Ariza juga mengajukan Ranperda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum ke DPRD Kota Tanjungpinang.

Menurutnya, Ranperda tentang Cagar Budaya Pulau Penyengat merupakan cita-cita bersama. Ttujuannya, untuk memperkenalkan adat istiadat hingga wisata Kota Tanjungpinang yang tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan adanya Perda, kedepan nya mempermudahkan pemerintah memasukan Pulau Penyengat sebagai warisan budaya dunia.

Baca Juga :  Meski Online, Calon Siswa Tetap Padati Sekolah

Raja Ariza mengatakan, tiga Ranperda yang diajukan tersebut dianggap layak untuk dijadikan Peraturan Daerah (Perda) sehingga Pemko dapat memiliki regulasi dan produk hukum sebagai pedoman dalam mengambil kebijakan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. ”Ranperda yang diajukan adalah 2 Ranperda baru dan 1 Ranperda perubahan,” kata Raja Ariza.

Dilanjutkan Raja Ariza, Ranperda yang berhubungan dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat serta kebutuhan otonomi daerah yang bersifat memberikan motivasi, urgensi, efisiensi dan efektifitas dalam penyelenggaraan pemerintah.

”Hal yang menjadi landasan diajukannya Ranperda ini berdasarkan filosofis, sosiologis dan yuridis. Dari ketiga Ranperda tersebut, sambung dia pada tujuan pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berkesinambungan,” ungkapnya.

Baca Juga :  FPP Digelar 14 Februari di Penyengat

Kata Raja Ariza terkait Ranperda tersebut yang merupakan salah satu regulasi yang menunjang kepastian pembangunan, kemasyarakatan dan iklim investasi perekonomian. Ranperda Perubahan Nomor 5 Tahun 2015 memberikan kepastian hukum bagi aparatur penegak Perda.

Sebelumnya, Lembaga Adat Melayu (LAM) mendeklarasikan Pulau Penyengat yang berada di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) harus masuk sebagai warisan budaya dunia.

Hal itu pernah disampaikan bertepatan dengan Konvensi Bahasa yang digelar rangka memperingari Hari Pers Nasional (HPN) 2015 di Pulau Penyengat. ”Pulau Penyengat menyimpan sejarah kejayaan Kerajaan Riau-Lingga. Di sini salah satu pusat perkembangan budaya Melayu,” Abdul Razak, saat itu.

Baca Juga :  BFI Gelar Program Uber Miliaran 2018

Kata dia, dukungan Pulau Penyengat sebagai warisan dunia ini ditandai dengan tanda tangan oleh ketua PWI Pusat Margiono, Dewan Pers Bagir Manan, perwakilan UNESCO. ”Pak Hatta, Wakil Presiden RI yang pertama menyatakan Bahasa Indonesia berasal dari salah satu pulau kecil di Kepri yakni Pulau Penyengat ini,” ujarnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here