Ayo Dukung Jalan Lingkar

0
456
Kawasan Telukkriting akan dibangun masjid terapung sebagai bagian dari proyek jalan lingkar. f-suhardi/tanjungpinang pos

Pemprov dan Pemko Gelar Uji Publik Proyek Gurindam

Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang telah menggelar uji publik pembangunan proyek Gurindam 12 atau jalan lingkar. Uji publik digelar di gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Tanjungpinang, baru-baru ini.

TANJUNGPINANG – Uji publik juga dihadiri perwakilan seluruh RT/RW di Kecamatan Tanjungpinang Kota dan Kecamatan Bukit Bestari. Pembangunan proyek multiyears yang diajukan Pemprov Kepri senilai Rp530 miliar, untuk tahap pertama tahun ini Rp 120 miliar, di tahun 2019 Rp 200 miliar dan tahun 2020 Rp 190 miliar.

Dalam uji publik tersebut, Pemprov Kepri menyanggupi pembangunan masjid terapung masuk dalam proyek penataan Gurindam 12, Tepilaut Tanjungpinang. Pembangunan anjungan Pemkab/Pemko di Kepri, juga masuk dalam satu paket proyek jamak tersebut.

Proyek Gurindam 12 itu untuk meningkatkan perekonomian serta pariwisata di Ibukpota provinsi Kepri. Juga salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan kendaraan mendatang. Kawasan terpadu Gurindam 12 tersebut, mencakup pembangunan di Pantai Impian, Batu Hitam, Teluk Keriting, Tugu Pinsil, Pantai Impian, Batu Hitam, Teluk Keriting, Tugu Pinsil, Tepilaut, Taman Gedung Gonggong, Pelabuhan Sribintan Pura, Pulau Penyengat, Pelantar 1 dan II, sampai dengan Pinang Marina.

Hal ini disampaikan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Pengembangan dan Penelitian (Bappelitbang) Pemko Tanjungpinang, Surjadi, kemarin.

Kata mantan Kabag Humas dan Protokol Pemko Tanjunginang, Pemko saat ini, tidak lagi mempersoalkan masalah master desain proyek penataan Tepilaut itu. Masalah analis dampak lingkungan (Amdal) yang masih diperdebatkan selama ini, menurutnya sudah selesai. Sekarang tinggal menunggu proyek itu dikerjakan

”Konsep awal, proyek ini dimulai dari kawasan Pelabuhan Sribintan Pura. Kemudian juga masuk satu paket pembangunan masjid terapung yang dibangun persis di depan pantai Teluk Kriting,” ujar Surjadi.

Sambung dia, tak hanya masjid terapung, yang disanggupi Pemprov, di dalam perencanaannya juga akan dibangun tujuh anjungan ikon khas kabupaten/Kota se-Kepri disepanjang Tepilaut itu. Menurut Surjadi, seluruh masyarakat khususnya daerahnya yang akan dikembangkan, menyetujui proyek tersebut.

”Masyarakat sudah menunggu. Kami juga meminta agar kontraktor, Pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk sama-sama terbuka, dan transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi,” tambah Surjadi.

Surjadi juga membeberkan, bahwa nantinya, jalan lingkar yang dibangun tidak melintasi laut Danlantamal IV. Sebelumnya, desain yang dibuat banyak mengalami perubahan, lantaran ada kawasan yang seharusnya tidak dibolehkan, namun dirancang untuk pembangunan proyek ini. Sehingga pembahasannya masih alot sejak direncanakan tahun 2015 sampai 2018, namun sudah selesai.

Terkahir Pemprov dan Pemko mengumpulkan seluruh perwakilan RT/RW dan perwakilan camat di Tanjungpinang untuk mendengarkan rencana proyek prioritas Nurdin Basirun tersebut.

”Oleh karena itu, Maret ini mulai pengerjaan, kita tunggu saja. Karena proyek ini sama-sama kita tunggu masyarakat,” tambah Surjadi. (SUHARDI – ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here