Ayo, Himpun Kekuatan Pulihkan Ekonomi

0
276
Rafki Rasyid

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun diminta menghimpun kekuatan dalam menyikapi kondisi ekonomi Kepri yang terpuruk saat ini. Gubernur harus jemput bola untuk mencari solusi memulihkan ekonomi Kepri. Sebagai masukan untuk gubernur, ada tiga hal penting yang hendaknya cepat dikoordinasikan dengan banyak pihak.

TANJUNGPINANG – Pengamat Ekonomi Kepri, Rafki Rasyid mengatakan, salah satu penyebab anjloknya ekonomi Kepri dikarenakan pengesahan APBD yang lambat. Sehingga, serapan belanja daerah terlambat juga. Hal ini memicu minimnya uang yang beredar di masyarakat. Akhirnya, terjadi perlambatan di berbagai dunia usaha.

Karena itu, Gubernur sebaiknya mengumpulkan para kepala daerah dan menekankan agar serapan APBD dipercepat. Proses lelang dipercepat supaya kegiatan/proyek dengan anggaran yang besar bisa segera dikerjakan. Melalui bupati/wali kota, Gubernur bisa meminta agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera bekerja keras untuk mengerjakan semua kegiatan di lingkungan kerjanya.

Kemudian, Gubernur juga harus mencari solusi supaya Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam agar bisa bersinergi. Jangan ada lagi perseteruan diantara mereka. Ini akan membuka peluang masuknya investasi baru ke Batam. Jika dua instansi ini sudah bisa serasi, maka akan memberi kepercayaan kepada investor.

Rafki mengatakan, saat ini banyak calon investor yang melirik Kepri terutama Batam sebagai tempat berinvestasi. Namun, realisasi investasi hingga Triwulan I tahun ini belum menggembirakan.

”Investasi masuk tetap ada. Tapi lebih banyak yang masih menunggu. Ibaratnya, investasi masuk itu belum menggembirakan lah,” ujarnya via ponselnya, Jumat (2/6) kemarin. Singapura misalnya, masih ada keraguan mereka untuk investasi di Batam. Apalagi, jarak Batam Singapura cukup dekat. Mereka memantau setiap saat.

”Jangan ada lagi yang bikin keraguan di Batam itu. Bagaimana agar BP dan Pemko Batam bisa bersinergi, Gubernur harus turun tangan jemput bola. Dualisme di Batam harus diselesaikan,” tegasnya.

Batam, kata dia, merupakan kunci pertumbuhan ekonomi Kepri. Apabila ekonomi Batam lesu, maka akan berdampak ke seluruh daerah lain di Kepri. Batam merupakan lumbung duit untuk Kepri.

Kondisi industri Batam sendiri lesu. Industri galangan kapal dan offshore anjlok karena harga minyak mentah dunia sangat rendah. Imbasnya, industri di Batam yang memproduksi kebutuhan pengeboran minyak ikut anjlok.

Gubernur juga harus mengajak asosiasi pengusaha, Kadin, Apindo, TNI/Polri untuk untuk duduk bersama membahas kondisi ekonomi saat ini. Asosiasi pengusaha tersebut memiliki banyak koneksi ke luar negeri. Beri kesempatan kepada mereka untuk mempromosikan Batam sebagai tempat yang nyaman untuk berinvestasi.

”Para pengusaha sebelumnya sudah pernah mengadu tentang hal ini ke Gubernur. Tapi Gubernur kurang responsif. Sebaiknya duduk bersama bagaimana mengatasi ekonomi ini,” tambahnya.

Terkait adanya permintaan agar Gubernur membentuk Tim Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi Kepri, menurut Rafki itu tidak perlu dilakukan.

Ia beralasan, yang penting dilakukan adalah Gubernur agar bergegas jemput bola dan mengajak semua pihak membahas hal ini serta mencari solusinya.
Menurut dia, anjloknya ekonomi Kepri tak hanya berdampak dari ekonomi dunia yang melambat sejak tahun lalu.

Namun, kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok dan tarif listrik juga memicu lambatnya perekonomian. Saat ini, masyarakat cenderung menahan diri berbelanja dikarenakan adanya pembengkakan pengeluaran setiap bulan akibat kenaikan barang dan listrik itu.

Jadinya, uang yang beredar sedikit dan sejumlah usaha tidak tumbuh malah makin terpuruk. Namun, masyarakat juga tidak berani berbelanja banyak dikarenakan tidak adanya kepastian ekonomi membaik. Untuk Batam, perlu juga peran pemerintah pusat. Bagaimana pun, banyak kebijakan pusat yang berkaitan dengan Batam.

Soal pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi Kepri, Gubernur sendiri tidak begitu respon. Menurut Gubernur, itu justru memperlambat kerja.

Salah satu peluang yang diharapkan Gubernur untuk membantu mendongkrak keterpurukan ekonomi Kepri adalah keterlibatan pemerintah pusat terutama solusi dari Presiden RI, Joko Widodo.

Memang, Presiden sudah meminta Gubernur untuk secepatnya menghadap ke Istana Negara di Jakarta membahas khusus ekonomi Kepri. Gubernur sendiri yakni, akan ada solusi dari Presiden nanti.

Ketua Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah sebelumnya mengatakan, pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pemulihan Ekonomi Kepri memang perlu. Peran tim ini nanti membantu memberi masukan ke Gubernur. Karena itu, tim tersebut harus beranggotakan semua stakeholder termasuk asosiasi pengusaha.

”Tapi yang terpenting saat ini, bagaimana mencari solusi memulihkan kembali ekonomi Kepri. Kalau tim itu, bisa bekerja ke depan bagaimana agar ekonomi kita tidak terjadi seperti ini lagi,” jelasnya, baru-baru ini.

Andi Anhar, tokoh masyarakat Kepri mengatakan, jika tim itu dibentuk, tetap tidak membuat kebijakan. Namun, tetap bisa memberi masukan ke gubernur dan jembatan pertemuan antara pemerintah, pengusaha dan lainnya.

Andi mengatakan, eksekutif di Kepri harus berpikir cepat mengatasi persoalan masyarakat yang akan terjadi mengingat kondisi ekonomi Kepri yang benar-benar terjun bebas saat ini. Efek ekonomi yang buruk adalah munculnya kesenjangan sosial, kriminalitas, anak putus sekolah, angka perceraian tinggi dan bangkrutnya banyak usaha.

Sebelumnya, sejumlah pengusaha di Batam sudah mengadu kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur serta Gubernur tentang kondisi ekonomi Kepri yang dikhawatirkan akan kolaps.

Saat itu, salah satu yang diminta Asman Abnur adalah agar semua jajaran pemerintahan di Kepri dan Batam bersatu untuk menggairahkan kembali perekonomian ini.

Ia meminta institusi pemerintah di daerah tidak lagi saling menyalahkan. Segala ego sektoral harus dibuang. Semua perbedaan harus dihentikan dan tak boleh lagi saling menyalahkan.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here