Ayo, Kejar Proyek Fisik!

0
591
SERAHKAN: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyerahkan draft RAPBD Perubahan 2017 kepada Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak saat rapat paripurna di Kantor DPRD Kepri di Dompak, Jumat (15/9). f-suhardi/tanjungpinang pos

Gubernur Ajukan RAPBDP Rp 3,49 Triliun

Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDB) tahun 2017 sebesar Rp 3,49 triliun kepada DPRD Kepri.

DOMPAK – RAPBD Perubahan 2017 ini disampaikan Gubernur melalui Rapat Paripurna penyampaian nota keuangan dan Ranperda Perubahan APBD tahun 2017 di ruang rapat utama kantor DPRD, Dompak, Tanjungpinang, Jumat (15/9).

Pada kesempatan ini Gubernur didampingi Sekretaris Daerah Pemprov Kepri TS Arif Fadillah dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurut Gubernur, RAPBD Perubahan sebesar Rp 3,49 triliun yang diajukan ke DPRD tersebut sudah melalui proses pembahasan dan sudah disampaikan ke dewan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan jumlah APBD murni yang sebesar Rp 3,36 triliun, maka angka tersebut lebih besar 4,03 persen atau selisih sebesar Rp 135 miliar. ”Kami berharap apa yang kami ajukan ini diterima dan segera dilakukan pembahasan oleh Dewan. Jumlah yang kita ajukan ini kita fokuskan untuk menggesa pembangunan fisik yang belum selesai,” kata Nurdin.

Nurdin juga berterimakasih kepada jajaran DPRD yang telah bekerjasama dengan baik sejauh ini guna mewujudkan pembangunan di Kepri.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak dalam sambutannya berharap dengan peningkatan APBD tahun ini bisa lebih menggairahkan kerja jajaran Pemerintah Provinsi Kepri, terutama membangun infrastruktur yang akan berefek pada peningkatan laju pertumbuhan ekonomi.

”Secara empiris analistik politik, OPD Pemprov Kepri belum memainkan perannya. Bagaimanapun juga pengelolaan APBD dan APBN ada di tangan Pemprov. Jika OPD lamban bergerak maka akan berdampak pada target-target RPJMD,” kata Jumaga.

Jumaga juga membahas lambannya pertumbuhan ekonomi Kepri yang hanya 1,52 persen di triwulan pertama. Sementara target pertumbuhan yang ditetapkan Pemprov sebesar 5,85 persen. Naiknya APBD Perubahan Kepri 2017 ini karena ada asumsi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor labuh jangkar sekitar Rp 60 miliar sampai akhir tahun.

Hanya saja, hingga saat ini, belum ada satu peser pun retribusi lego jangkar yang masuk kas Pemprov Kepri karena sedang berusaha menggolkan Perda Retribusi dan Pajak Pemprov Kepri yang kini mandek di Kemenkeu dan Kemendagri.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here