Ayo Kembangkan Industri

0
236
Den Yealta

Mbs: Industri di Senggarang dan dompak mati suri karena tidak ada pekembangan sama sekali. Perihatin sekali rasa hati ini mengingat Senggarang pusat Pemerintahan kota Tanjungpinang dan Dompak ibukota pemerintahan provinsi. mest ada program pelebaran jalan dari lampu merah batu 14 ke Senggarang menjadi dua jalur kerena di jalur itu banyak kantor 2 pemerintah di senggarang. Pantas ngak ada kantor besar tapi jalannya jalan kampung. Jangans ampai senggarangd an dompak menjadi kota mati. Cari investor agar ada industri.
+6281314992494

TANGGAPAN:
Investor mulai tertarik berinvestasi di kawasan FTZ yang ada di Tanjungpinang. Untuk kawasan Dompak akan ada pembangunan pabrik rokok, pembuatan pesawat amfisi dan pengelolaan pabrik garam. Sedangkan di Senggarang sudah ada investor yang tertarik untuk membangun hotel, resor dan kawasan olahraga.

Pabrik rokok di Dompak akan di bangun PT Megatama Pinang Abadi, salah satu pengusaha rokok asal Pulau Jawa. Proses pembangunan atau peletakkan batu pertama rencananya, setelah Lebaran ini.

Investasi pabrik rokok tersebut mencapai Rp400 miliar dengan kebutuhan 300 tenaga kerja lokal. Hasil produksi rokok tersebut rencananya akan di eskpor masuk pasar di Malaysia, Vietnam dan India.

Pihak PT Megatama Pinang Abadi sudah mengurus izin-izinnya. Mereka juga sudah bertemu dengan pejabat daerah. Pembangunan pabrik ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk dari kepala daerah. Ia mengaku sudah melakukan rapat bersama Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kawasan membahas rencana tersebut.

Pengembangan usaha ini sudah direncanakan cukup lama oleh investor tersebut. Tentu ini kabar baik, yang kami tindaklanjuti. Ia mengemukakan investor tersebut sudah beberapa kali meninjau lokasi. Serta beberapa kali melaksanakan rapat bersama. Mereka telah membeli lahan sekitar 20 hektare di kawasan FTZ Dompak. Sedangkan rencana pembangunan pabrik pesawat amfisi, investornya dari Jerman. Memilih Dompak sebagai kawasan pembuatan pesawat amfibi karena melihat peluang, di Indonesia, terutama daerah kepulauan seperti di Kepri akan membutuhkan pesawat yang bisa mendarat di darat dan air tersebut. (bas)

Den Yealta
Kepala FTZ Bintan Wilayah Tanjungpinang,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here