Ayo, Manfaatkan Lahan Kosong di Tanjungpinang

0
629
Ade Angga

Yth anggota DPRD Kota Tanjungpinang, kalau boleh usul coba lahan kosong di Tanjungpinang dimanfaatkan untuk menanam berbagai bumbu dapur seperti cabai, bawang serta tanaman palawija lainnya. Saat ada kendala pengiriman kebutuhan pokok ke Tanjungpinang mengakibatkan harga mahal. Ini perlu antisiapasi jangka panjang ke depan.
+6281364127777

Tanggapan :
Ass. Terima kasih atas pertannyaannya. Kami DPRD Kota Tanjungpinang sangat mendukung jika lahan kosong di Tanjungpinang yang merupakan milik masyarakat dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Apalagi yang ditanam itu untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya, cabai baik itu cabai merah, cabai rawit, bawang merah serta berbagai jenis sayuran lainnya. Mengingat di Tanjungpinang banyak juga petani, kami di DPRD mendukung mereka dengan anggaran yang ada di pemerintah. Kami mendukung rencana Pemko Tanjungpinang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar agar bisa membantu para petani.

Anggaran itu akan digunakan untuk bantuan bibit, penyuluhan serta pembinaan. Hanya saja, tahun ini gagal terealisasi karena belum ada koperasi para petani. Koperasi ini harus dibentuk apabila ingin memperoleh bantuan dari pemerintah. Karena koperasi ini suatu wadah yang dapat mempertanggngjawabkan secara administrasi bantuan yang diberikan Pemko. Dalam aturan tersebut juga ada poin yang menyebutkan, bahwa koperasi para petani sudah harus terbentuk minimal 3 tahun terakhir ini.

Jadi aturan penyaluran bantuan hampir sama seperti hibah. Harus ada organisasi yang dapat mempertanggungjawabkan. Jika tidak, maka belum bisa disalurkan. Saran saya ada tiga, pertama menjalin komunikasi dengan para petani dan pemilik lahan. Diantaranya, para pemilik lahan mungkin bersedia meminjamkan lahan tidur agar digarap para petani. Setelah itu, membentuk organisasi atau koperasi para petani yang berbadan hukum. Dengan demikian, petani dapat menerima bantuan.

Jika sudah ada payung hukumnya, Pemko Tanjungpinang melalui dinas terkait, sudah bisa memberikan bantuan yang dibutuhkan kelompok tani tersebut. Mulai dari pembinaan, penyuluhan serta bantuan bibit atau modal. Saya menilai jika digarap dengan baik akan berhasil membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang. Minimal setengah kebutuhan Tanjungpinang bisa dipasok petani. Sehingga, Tanjungpinang tidak begitu ketergantungan dengan daerah luar yang terkadang membuat harga tiba-tiba melambung karena berbagai faktor. Terimakasih. ***

Ade Angga SIp, MM
Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here