Ayo, Melancong ke Penyengat!

0
543
ZIARAH MAKAM: Reni Yusneli menabur bungan saat berziarah ke makam pejuang di Pulau Penyengat, Jumat (21/7). f-ist/dinas kebudayaan dan pariwisata

Dibuka Hari Ini, Panitia Siapkan 20 Event

Festival Pulau Penyengat (FPP) akan mulai digelar hari ini, Sabtu (22/7) di Pulau Penyengat. Dijadwalkan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun didampingi utusan dari Kementerian Pariwisata RI akan membuka event ini.

TANJUNGPINANG – Ada 20 event kepariwisataan akan digelar selama tiga hari dan akan berakhir Senin (24/7) mendatang. Pada acara pembukaan yang akan dilaksanakan mulai pukul 10.00 di halaman Balai Adat Penyengat, wisatawan dan masyarakat akan disuguhi Muslim Fashion Carnival dan parade kreasi busana Melayu.  Melalui Muslim and Malay Fashion Carnival ini, panitia ingin memperlihatkan bahwa pakai adat Melayu memiliki pernak-pernik atau ornamen yang fashionable.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjunginang, Hj Reni Yusneli, menjelaskan, Festival Pulau Penyengat Syawal Serantau 2017 merupakan agenda pariwisata Pemerintah Kota Tanjungpinang. Event ini didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Kepri. DI gelaran ini, panitia menargetkan agenda wisatanya mampu menarik kedatangan 300 wisatawan mancanegara dan 12.000 wisatawan nusantara. Selain itu, untuk mendukung sektor kepariwisataan nasional dan Kepulauan Riau.

Kegiatan ini juga diharapkan lebih luas mampu memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat Penyengat, dan Tanjungpinang pada umumnya. ”Melalui Festival Pulau Penyengat ini, nama Pulau Penyengat terus mendunia,” kata Yusneli.

Mantan Plt Sekdprov Kepri ini, menjelaskan rombongan dari Dinas Pariwisata Kota, Jumat (21/7), telah berziarah ke makam Raja Haji Fisabilillah, makam Engku Putri, Raja Ali Haji. Ia berharap agar acara Festival Pulau Penyengat lancar. ”Festival Pulau Penyengat sudah siap digelar. Beragam perlombaan yang disajikan untuk masyarakat Tanjungpinang dan masyarakat dari Kepri yang berkunjung ke Penyengat,” tegasnya.

Kata dia, saat pelaksanaan nanti, ada 100 pelaku usaha dari Singapura, Malaysia dan Thailand, yang dibawa oleh Bank Indonesia, akan hadir dalam festival tersebut. Sebanyak, 100 pelaku pariwisata asal luar negeri ini, nantinya akan mempromosikan pariwisata sejarah Religi di Penyengat. Rombongan ini sudah sampai di Kepri, Jumat kemarin. Ia minta kepada masyarakat Kepri, khusus masyarakat Tanjungpinang, untuk berlomba-lomba hadir dalam festival tersebut. Event ini sengaja digelar di hari libur, untuk mengajak warga ke Penyengat.

Kata Reni, setelah event Festival Pulau Penyengat ini, masih ada dua event lagi yang akan digelar pemerintah. Yakni Gawai Seni dan Dragon Boat Race Internasional. Dragon Boat Race ini akan digelar pada Oktober mendatang di Sungai Carang. Pesertanya ada dari luar negeri. ”Kita akan kemas event yang bisa menarik perhatian turis mancanegera. Kita akan kerjsama dengan Dispar Pemprov Kepri. Kemudian, Dispar Kota akan melakukan lobi-lobi di Kementerian Pariwisata RI,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Tanjungpinang, Teguh Susanto, menambahkan lokasi Festival Pulau Penyengat, selain di Balai Adat panitia juga melaksanakan beberapa atraksi wisata di beberapa titik di Pulau Penyengat. Misalnya, halaman Balai Desa dan Kampung Bulang. Berbagai perlombaan dan acara menarik digelar selama festival berlangsung. Lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik, lomba becak motor hias, pangkak gasing.

Kemudian, syahril gurindam 12, membaca gurindam 12, pertunjukan wayang cicak, kegiatan klinik sastra,berzanji dan lainnya dengan total peserta diperkirakan sebanyak 1.316 orang. Beberapa event pendukung di Festival Pulau Penyengat Syawal Serantau antara lain. Seperti hunting photography Penyengat Halal Competition, Short Film Netizen Penyengat Halal Competition, Tour Pattern Penyengat Halal Competition, Khazanah Kompang Melayu.

Kegiatan ini ini sekaligus menjadi sarana pertunjukan dan hiburan bagi wisatawan dan masyarakat Tanjunginang. Syafaruddin, salah satu panitia pelaksana dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, menjelaskan, panitia tidak menyediakan transportasi gratis dari Tanjungpinang ke Penyengat. ”Walaupun tidak disediakan transportasi gratis, kita harapkan event ini tetap sukses,” tegasnya.(ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here