Ayo Memilih, Mengawasi, Sukseskan Pilkada 2018

0
411
Muhamad Zaini, M.Kom.I

Oleh: Muhamad Zaini, M.Kom.I
Komisioner Panwaslu Kota Tanjungpinang

Hari yang dinantikan telah tiba, Rabu 27 Juni 2018 warga Kota Tanjungpinang akan menentukan siapa pemimpinnya sebagai walikota dan wakil walikota untuk lima tahun ke depan. Karena hanya Kota Tanjungpinang yang menyelenggarakan Pilkada di Provinsi Kepulauan Riau, menjadikan daya tarik dan sorotan bagi semua pihak. Pilkada serentak di 170 daerah lainnya merupakan manifestasi demokrasi ditingkat lokal. Ini menunjukkan kemajuan yang cukup berarti dalam proses pembangunan politik dan demokrasi.

Keberhasilan atau kegagalan Pilkada, ditentukan oleh banyak faktor dan aktor. Oleh karena itu semua pihak; penyelenggara, kontestan/Pasangan calon, partisipan/warga, aparat keamanan, dan rekan media harus semakin menguatkan sinergitas dalam mensukseskan pilkada.

Harapan kita, Pilkada berlangsung damai, meningkatnya partisipasi pemilih, kecilnya kuantitas pelanggaran serta lahirnya pemimpin yang mengayomi semua warga dan membawa kemajuan disemua dimensi pembangunan. Oleh karena itu, hari yang bersejarah ini, kita semua harus bersinergi dalam mensukseskan Pilkada, dengan menyerukan gerakan “Ayo Memilih” dan “Ayo Mengawasi”. Sejatinya kesuksesan pilkada adalah kesuksesan kita semua.

Ayo Memilih
Ayo Memilih memberikan spirit kepada kita semua serta mengajak saudara dan masyarakat yang telah masuk dalam daftar pemilih, atau yang telah memenuhi syarat, punya E-KTP atau Suketuntuk menggunakan hak pilih. Karena satu suara menentukan nasib kepemimpinan Tanjungpinang lima tahun ke depan.

Jangan Golput dan pesimis, karena kepemimpinan adalah salah satu aspek yang dianggap sangat penting dalam Islam. Hal ini bisa dilihat dari begitu banyaknya ayat dan hadits Nabi  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam yang membahas tentang ini. Hal ini bisa dimengerti. Karena pemimpin merupakan salah satu faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap kehidupan suatu masyarakat.

Dalam agama Islam, semua persoalan yang menyangkut kehidupan ummat manusia telah ada aturannya yang sangat jelas dan detail. Sebagai contoh adalah aturan (syariat) tentang bagaimana tata cara bersuci (istinja’) dari najis saat buang air besar/kecil dan bersuci dari hadats (kentut, mandi junub). Demikian juga tata krama (‘adab)  saat bersin, makan, minum, tidur, buang air dan seterusnya.Padahal ini menyangkut hal yang dampaknya bersifat sangat individual.

Baca Juga :  Mewujudkan Relevansi Kebijakan Sosial dan Kesejahteraan Sosial

Karena itu sangat logis jika dalam persoalan yang lebih besar dan luas dampak sosialnya, Islam juga sangat peduli. Contohnya soal kepemimpinan ini. Hal ini karena aspek kepemimpinan ini luar biasa sangat besar dampaknya bagi kehidupan seluruh rakyat (ummat) di suatu negeri.

Hadits Nabi  berikut ini sebagai salah satu bukti begitu seriusnya Islam memandang persoalan kepemimpinan ini. Nabi  Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

“Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya.” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Hadits ini secara jelas memberikan gambaran betapa Islam sangat memandang penting persoalan memilih pemimpin. Hadits ini memperlihatkan bagaimana dalam sebuah kelompok Muslim yang sangat sedikit (kecil) pun, Nabi  memerintahkan seorang Muslim agar memilih dan mengangkat salah seorang di antara mereka sebagai pemimpin. Kepemimpinan dapat membawa kemaslahatan besar bagi umat manusia untuk mentransformasikan kebaikan, serta mendistribusikan keadilan dan kesejahteraan.

Besarnya partisipasi masyarakat dalam pemilihan, berpengaruh terhadap legitimasi suatu kepemimpinan. Bukan sekedar menang, tapi menggambarkan betapa besar harapan dan kepercayaan masyarakat kepadanya untuk melaksanakan amanah. Semoga Pilkada Tanjungpinang tahun 2018 lebih besar dibandingkan Pilkada atau pemilu sebelumnya.

Namun, bukan sekedar memilih, karena setiap perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa. Maka berdoa dan istikharahlah dalam menentukan pilihan kepemimpinan, agar Allah memberikan petunjuk untuk memilih pemimpin yang terbaik, diantara yang baik, agar meberikan kebaikan bagi semua.

Ayo Mengawasi
Motto “Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu”, merupakanspirit yang dibangun oleh Panwaslu/Bawaslu untuk mengajak masyarakat berpartispasi aktif dalam pengawasan, guna mendorong terwujudnya palaksanaan Pilkada yang berkualitas, serta bebas dari pelanggaran dan kecurangan.

Baca Juga :  Membongkar Benang Kusut Politik Gincu

Pengawasan Pilkada merupakan proses sadar, sengaja dan terencana untuk mengamati dan menilai, apakah proses Pilkada sesuai dengan perundangan, peraturan atau ada pelanggaran yang akan menciderai hakikat demokrasi. Pilkada yang dijalankan tanpa mekanisme dan iklim pengawasan yang bebas dan mandiri, akan menjadikan Pilkada menuju proses pembentukan kekuasaan yang sarat dengan segala kecurangan. Dalam situasi yang demikian itu, Pilkada telah kehilangan legitimasinya dan pemerintahan yang dihasilkan sesungguhnya tidak memiliki legitimasi.

Berangkat dari inilah, pengawasan itu merupakan suatu kebutuhan dasar (basic an objective needs) dalam mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Terutama pengawasan pada saat pemungutan dan penghitungan suara di TPS serta proses rekapitulasi suara. Pilkada yang sesungguhnya adalah pada hari H, saat pencoblosan. Mari kita awasi bersama, jangan sampai ada peluang kelalaian, kecurangan atau pelanggaran lainnya.

Oleh karena itu, Panwaslu telah menyiapkan 317 Pengawas TPS, 18 Panitia Pengawas Lapangan, 12 Pengawas Kecamatan di seluruh Kota Tanjungpinang, untuk mengawal semua proses Pilkada terlaksana sesuai prosedur dan peraturan. Ada beberapa hal yang perlu kita awasi bersama pada saat hari pemungutan dan penghitungan suara di TPS

Pertama, Jangan sampai ada mobilisasi massa, atau ada oknum yang mencoblos dengan memanfaatkan Formulir C6-KWK yang tidak terdistribusikan untuk disalahgunakan. Dengan mengaku dirinya sebagai orang lain untuk menggunakan hak pilih, atau mencoblos dua kali di satu TPS atau TPS lain. Termasuk keberpihakan dan kecurangan oknum KPPS untuk memenangkan salah satu pansangan calon. Jika terbukti sanksi pidananya sangat berat, sebagai mana diatur dalam Pasal 178 Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati Walikota; “Setiap orang yang pada waktu pemungutan suara dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum mengaku dirinya sebagai orang lain untuk menggunakan hak pilih, dipidana dengan pidana paling singkat 24 Bulan dan Paling lama 74 Bulan dan denda paling sedikit Rp. 24.000.000,00 dan paling banyak Rp. 72.000.000,00”. Kedua Antisipasi terhadap potensi pergerakan politik uang atau pemberian materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih baik secara langsung atau tidak langsung, yang dilakukan oleh oknum pasangan calon tertentu atau tim pemenangannya. Jika terbukti, sanksinya pun sangat berat, ada sanksi admistrasi pembatalan pasangan calon serta sanksi pidana dan denda bagi pemberi sekaligus penerima. Sebagaimana diatur dalam Pasal 73 dan Pasal 187A UU No.10 Tahun 2016

Baca Juga :  Pengembangan Perekonomian Pulau Terpencil Butuh Pemberdayaan UKM

Oleh karena itu, Jika masyarakat menemui dugaan pelanggaran tersebut, segera melaporkan kejadiannya ke Panwaslu Kota Tanjungpinang, dengan membawa barang bukti berupa foto atau rekaman dan saksi, untuk dilakukan proses penidakan hukum sesuai perundanagn dan ketentuan yang berlaku. Sesuai dengan tugas yang diamanatkan, Panwaslu siap mengawasi, mencegah dan menindak.

Akhirnya kita menyadari, Pilkada yang bersih, berkualitas dan bebas pelanggaran, akan terwujud berkat partisipasi dan peran kita semua dalam upaya pengawasan dan pencegahan.

Yang paling penting, proses Pilkadadalam suasana idul fitri ini, harus tetap terbangun dalam nuansa kekeluargaan, persaudaraan, bebasdari permusuhan dan pertikaian. Jadikan hari pencoblosan ini sebagai ajang silaturahim halal bihalal idul Fitri bagi semua warga Kota Tanjungpinang, meskipun berbeda dalam aspirasi. Sejatinya, Siapa pun yang terpilih, dialah pemimpin kita, semua harus bersatu menuju Tanjungpinang yang lebih baik. Semoga Pilkada damai dan bermartabat menjadi suatu keniscayaan. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here