Ayo Percepat Bangun Stadion di Ibukota

0
361
Maifrizon

MBS Gubernur Kepri Nurdin Basirun harus konsisten dan harus punya niat yang kuat untuk membangun Ibu Kota Tg Pinang. Saya salut bilamana ini terealisasi karena masih banyak yg harus pak Gubernur benah di Tg Pinang ini terutama Pelabuhan bongkar muat yg representatif di Tg Moco. Ini sangat penting guna meningktkan ekonomi kemudian Stadion olah raga di Dompak juga penting agar Tg Pinang lebih dikenal dan sangat setuju lanjutkan.
081314992494

Tanggapan:
Tahun 2018 ini, Pemprov Kepri mulai membangun Stadion Dompak. Pembangunan dilakukan bertahap mengingat APBD Kepri terbatas. Tahap awal ada empat item yang dibangun sekaligus.

Pembangunan lapangan, drainase, pagar dan lintasan dasar atletik. Tahun ini kita belum membangun tribunnya karena anggarannya juga terbatas. Detailed Engineering Design (DED) stadion tersebut sebelumnya sudah ada, namun kapasitas besar. Tahun 2017 lalu, DED tersebut direvisiYang pasti, kata Maifrizon, ukuran lapangan sepakbola yang akan dibangun standar internasional. Sedangkan lintasan yang akan dibangun adalah 8 lintasan.

Tapi untuk lintasan, kita masih bangun dasarnya saja. Karet sintetisnya belum dipasang mengingat biayanya cukup besar yakni sekitar Rp 13 miliar hingga Rp 15 miliar.

Untuk itu, pemasangan karet sintetis lintasan dan tribun serta perkantoran akan dilakukan di tahun-tahun berikutnya. Total biayanya nanti sekitar Rp 100 miliar sampai rampung.

Kalau kapasitas besar dan membuat tribun model melengkung itu, biayanya hampir Rp 1 triliun. Tidak mungkin anggaran kita mampu membiayainya. Makanya DED-nya direvisi dan kapasitasnya dikurangi.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan sejumlah kepala OPD Pemprov Kepri sudah meninjuau lokasinya karena Gubernur ingin memastikan lokasinya sudah cocok atau tidak.

Setelah turun ke lapangan, Gubernur melihat lokasi yang akan dibangun tempat lapangan bola itu sudah strategis dan berada di antara jalan baik sisi kiri maupun sisi kanan.

Lapangan ini nanti dibangun di samping kanan waduk Dompak. Tanah bukit itu akan diratakan dan dibangun lapangan. Luas lahannya sekitar 2 hektare.

Tanah itu sudah bersertifikat. Kita tak ingin pembangunan itu justru bermasalah di kemudian hari. Makanya kita pilih yang sedikit berbukit karena sudah ada sertifikatnya.

Lapangan sepakbola akan dibangun seperti pembuatan lapangan bola kelas internasional. Metode penimbunan lapangan akan dirancang agar cepat kering di saat hujan turun.

Kemudian, rumput yang akan ditanam adalah spesial untuk lapangan bola. Di dalam lapangan akan ditanam pipa-pipa kecil untuk saluran air saat penyiraman rumput.

Lapangan bila kelas internasional memang begitu. Rumputnya selalu disiram. Kalau kepanjangan dipotong. Untuk menyiramnya nanti sudah otomatis. Kita biasa kan melihat pompa air yang berputar-putar di taman, kira-kira seperti itulah nanti pola penyiraman rumputnya.

Sistem drainasenya juga akan diatur dengan sistem air mengalir. Sehingga ketika hujan turun, air di lapangan langsung terserap melalui rongga-rongga di bawah lapangan dan lapangan cepat kering.

Pagarnya kita pasang keliling setinggi dua meter. Lahan dua hektare ini sudah termasuk lapangan parkir yang luas. (mas)

Maifrizon M.Si,
Kadispora Pemprov Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here