Ayo Siap-Siap Kejar Beasiswa Pariwisata Lagoi

0
384
Para lulusan SMA yang mendapatkan beasiswa perguruan tinggi tahun 2018 f-istimewa

BINTAN – Siap-siap untuk anda yang duduk di bangku kelas 3 SMA/sederajat di Bintan. Hal ini karena PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) di tahun 2019 kembali membuka kesempatan meraih beasiswa untuk pelajar Bintan.

Beasiswa untuk melanjutkan pendidikan sekolah tinggi dan universitas ini akan ditanggung oleh PT BRC dan pastinya akan bekerja di sektor pariwisata yang kini merupakan sektor paling berkembang di Bintan.

Bukan kali pertama, sejak tahun 1999 lalu, sudah ratusan pelajar Bintan yang dikuliahkan di dalam dan luar negeri. Bahkan sudah ada lulusannya yang menjadi Asisten General Manager (AGM) di Shanghai, Tiongkok.

Kamdani, Staf Community Development (CD) PT BRC mengatakan, pengumuman beasiswa PT BRC akan diumumkan di seluruh sekolah di Bintan, terbuka untuk umum dan siapa saja boleh mencoba.

Ia menyampaikan, pada seleksinya akan dilakukan bertahap dan dipastikan gratis. Namun yang perlu diperhatikan peserta harus benar-benar menyiapkan diri dari sekarang agar lebih matang dan siap mengikuti tes.

“Jadwalnya sebelum UN nanti sudah ada seleksinya. Terbuka untuk semua pelajar. Nantinya akan ada 4 beasiswa ke universitas yang ada di Indonesia, 2 beasiswa ke Shatec Singapura dan 20 beasiswa CTE di Lagoi. Seluruhnya ditanggung penuh,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, untuk pelajar SD, SMP dan SMA di Bintan, setiap tahunnya ada 800 paket beasiswa. Seluruhnya diberikan kepada siswa yang berprestasi dan kurang mampu.

“Jadi kami tidak hanya menyediakan beasiswa saja. SDM yang sudah jadi dan menempuh pendidikan tinggi juga kami terima di perusahaan kami maupun hotel dan resor. Bahkan ada SDM yang mendapatkan beasiswa kami malah bekerja di luar negeri,” katanya.

Tidak hanya menerima SDM yang dibeasiswakan saja, masyarakat Bintan lainnya juga bekerja di seluruh perusahaan di Lagoi. Dari sekitar 6.000 pekerja, 60 persennya merupakan pekerja lokal Pulau Bintan yang bekerja di berbagai posisi dan keahlian.

“Tentunya jika SDM sudah banyak, perusahaan akan melakukan seleksi, ada yang diterima dan tidak,” sebutnya.

Sementara itu, Halidin (66), tokoh masyarakat Sebong Lagoi mengatakan, di wilayah desanya mayoritas adalah pekerja di Lagoi, mulai dari tukang sapu hingga manajer ada yang bekerja di kawasan pariwisata tersebut.

“Saya dari Lagoi baru dibangun hingga saat ini melihat kawasan tersebut banyak mempekerjakan warga tempatan. Kalau di kampung kami banyak yang bekerja berbagai posisi disana,” sebutnya.

Tidak hanya dari wilayah Sebong Lagoi saja, Halidin yang tahu betul mengenai Lagoi bahkan menilai SDM dari Bintan Utara, Ke Bintan Timur Timur serta Tanjungpinang banyak yang bekerja di Lagoi.

“Kalau dulu ya lulusan SD saja bisa bekerja di Lagoi, itu dulu ya. Sekarang kan jaman semakin maju, pendidikan semakin banyak, jadi kalau melamar kerja diseleksi ya sudah tuntutannya. Makanya saya selalu mengingatkan anak-anak di kampung kami harus bersekolah dan belajar yang baik, kemudian asah kemampuan berbahasa asing. Biar dapat bekerja dan bersaing dengan SDM lainnya. Jika tidak diterima bekerja di perusahaan, coba berusaha membuka lapangan kerja, alhamdullah ada saja kan rejeki kalau mau berusaha,” jelasnya. (aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here