Baca Alquran Dulu, Baru Belajar

0
412
PENYERAHAN PIAGAM : Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah menyerahkan piagam khatam kepada siswa SMPN 5 Tanjungpinang. f-HUMAS PEMKO tanjungpinang

Tanjungpinang – Untuk pertama kali, SMPN 5 Tanjungpinang menyelenggarakan khatam atau menamatkan bacaan Al-Quran bagi siswa. Ini merupakan tindaklanjut dari penerapan wajib mengaji secara rutin dilaksanakan, tiga kali dalam seminggu di sekolah.

Khataman itu dilaksanakan, Jumat (3/2) di lapangan SMPN 5 Tanjungpinang diikuti 36 siswa. Hadir saat itu Wali Kota Tanjungpinang, H Lis Darmansyah, Kepala Dinas Pendidikan Tanjungpinang, HZ Dadang AG, Kemenag Kota Tanjungpinang, Camat Bukit Bestari, Faisal Pahlevi serta para orang tua siswa yang berbahagia.

Kepala SMPN 5 Tanjungpinang, Yulismar menuturkan, tujuan kegiatan ini, untuk memotivasi siswa bisa mengaji. Serta yang paling terpenting, mampu mengamalkan kandungan isinya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada awal kegiatan wajib mengaji di sekolah, belum semua siswa lancar. Meskipun, ada juga yang sudah bisa, kemampuan sedang dan masih di Iqro. Melalui kegiatan itu, para siswa terus dibimbing agar nantinya mampu syiar agama Islam kepada lainnya.

Dari 671 peserta didik, sebenarnya ada sekitar 90 siswa yang mendaftar untuk ikut dikhatamkan. Hanya saja, setelah pihak sekolah melaksanakan seleksi hanya ada 36 siswa.

”Kami laksanakan kegiatan wajib membaca Alquran sejak awal tahun pembelajaran 2016/2017. Alhamdulillah, sudah ada siswa yang khatam baca Alquran. Mudah-mudahan ke depan, akan banyak siswa lainnya juga khatam,” paparnya sembari menyebutkan, acara seremonial ini, merupakan janji kepada siswa yang harus diwujudkan pihak sekolah.

”Alhamdulillah Pak Lis dan Pak Dadang bisa hadir,” tuturnya.

HZ Dadang AG menyampaikan rasa bangga terhadap 36 siswa gelombang pertama yang khatam. Ia mendorong, untuk seluruh siswa nantinya, sebelum lulus dari tingkat SMP, juga akan menamatkan pembacaan Alquran.

Ia mengakui, awal mula penerapan siswa wajib tiba di sekolah pukul 07.00 pagi, banyak yang bertanya dan mungkin menolak. Tetapi, menurutnya, itu biasa karena belum mengetahui dampak positifnya.

”Awalnya, kami banyak menerima pertanyaan kenapa siswa masuk pukul 07.00 pagi. Tapi kini, bapak-ibu bisa merasakan dampaknya, sembari terus melakukan evaluasi,” tuturnya.

Ia juga meminta, sekolah lainnya di tingkat SMP, dapat melakukan hal yang sama. Sehingga, nantinya tercipta siswa yang memiliki karakter baik, sesuai dengan ajaran agama.

Bahkan, dari 36 siswa yang khatam, ia menilai ada beberapa siswa yang suaranya bagus. Ini nantinya, bisa dibina dan nantinya bisa mengikuti lomba tingkat Kota Tanjungpinang.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menuturkan, sebagai pemimpin, ia berupaya mendorong pendidikan karakter diberikan kepada siswa. Dengan tujuan, setelah siswa lulus bukan hanya pintar akademis, tetapi nilai akhlaknya juga baik.

Bahkan sekarang ini, berbagai persoalan yang mudah diprovokasi. Ini sangat mengkhawatirkan bangsa, maka ia berharap melalui pembelajaran agama lah bisa menjawab tantangan itu.

Orang tua Mira, siswa kelas VII, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan khatam Alquran di sekolah, meski mengakui sebelumnya, anaknya juga sudah pernah khatam.

”Tapi kalau untuk agama, beberapa kali khatam pun tidak masalah bagi saya. Asalkan anak memiliki niat untuk terus belajar,” ungkapnya.(DESI liza Purba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here